Uskup Agung: Toleransi di Tangerang Terjaga Selama Kepemimpinan Bang Zaki

Rabu, 07 Februari 2024 – 23:28 WIB
Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar menghadiri undangan Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta pada Rabu (7/2) dan diterima langsung oleh Uskup Agung Kardinal Romo Ignatius Suharyo. Foto dok. DPD Golkar DKI

jpnn.com, JAKARTA - Uskup Agung Kardinal Romo Ignatius Suharyo mengapresiasi kinerja Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar ketika menjabat bupati Tangerang 2 periode (2013-2023).

Salah satunya adalah soal penyelenggaraan dan pembangunan tempat ibadah.

BACA JUGA: Gebrakan Bang Zaki Berhasil Mendongkrak Ekonomi Tangerang 

"Kami bersyukur Bapak menjadi pemimpin yang mengayomi semua," ujarnya saat menerima kedatangan Ahmed Zaki Iskandar di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (7/2).

Romo Ignatius berterima kasih atas perhatian Ahmed Zaki, karena sungguh-sungguh terbuka sehingga masyarakat semua bersatu.

BACA JUGA: Keliling Kepulauan Seribu, Bang Zaki: Bukan Tidak Mungkin Jadi Maldives Indonesia

Dia mengungkapkan toleransi di Tangerang telah terbukti selama masa kepemimpinan Bang Zaki, sapaan akrab Ahmed Zaki. Setiap suku, ras dan agama saling menghargai satu sama lain yang merupakan representasi dari slogan Bhineka Tunggal Ika.

"Kami sungguh menghargai Pak Zaki dalam proses memperluas layanan yang kami cita-citakan," tutur dia.

BACA JUGA: Pengamat: Program Unggulan Bang Zaki di Bidang Olahraga Layak Diadopsi Nasional

Merespons hal tersebut, Bang Zaki mengatakan bahwa itu merupakan salah satu kewajibannya sebagai pemimpin daerah. Tentu untuk menjaga toleransi ini ada tantangan, tetapi semua bisa teratasi dengan baik.

Caleg DPR RI Dapil 3 DKI Jakarta ini pun memohon doa dan restu agar pengabdiannya kepada masyarakat dapat terus berlanjut serta mampu memberikan kontribusi maksimal sebagai wakil rakyat.

"Saya mohon doa agar bisa terus berkontribusi dan berbuat lebih banyak lagi dalam pengabdian kepada masyarakat," ucap Bang Zaki.

Sebagai informasi, Kabupaten Tangerang terdiri dari berbagai suku, seperti Betawi, Jawa, Sunda hingga Cina Benteng yang menganut beragam keyakinan. 

Meskipun hidup dalam perbedaan, masyarakat bisa saling menjaga toleransi dalam kehidupan sosial. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler