Usut Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Polisi Dalami Alibi Istri Jamaluddin

Rabu, 11 Desember 2019 – 17:33 WIB
Istri Hakim Jamaluddin, Zuraidah Hanum. Foto: sumutpos.co

Polisi telah memeriksa 25 saksi terkait kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, 55, yang ditemukan tewas dalam mobil di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara.

Salah satu dari 25 saksi tersebut adalah istri Jamaluddin, Zuraida Hanum, 42, tiga anak Jamaluddin, serta adik perempuan Zuraida. Hingga kemarin, polisi masih mendalami alibi istri Jamaluddin dan para saksi lainnya.

BACA JUGA: Kenny Akbari Soal Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin: Tak Mungkin Ibunda, Motifnya Apa?

“Perkembangan Jamaluddin, sampai saat ini saksi yang diperiksa sudah 25 orang. Anak dan istri dari Jamaluddin juga ikut diperiksa. Kami masih mendalami informasi-informasi dan alibi para saksi. Yang pasti, motifnya (pembunuhan, Red) bukan penanganan perkara bersangkutan,” ujar Kapolda Sumut Agus Andrianto usai menghadiri acara di Mapolrestabes Medan, Senin (9/12).

Dijelaskan Agus, pihaknya masih meng-crosscheck keterangan istri Jamaluddin dan para saksi lainnya. Juga menganalisa hasil pemeriksaan labfor dan forensik, dengan harapan kasus ini bisa segera selesai dan terungkap.

BACA JUGA: Enam Pasangan ABG Digerebek saat Asyik Berbuat Terlarang di Kamar Hotel

Dalam penyidikan kasus pembunuhan pria berusia 55 tahun itu, aparat kepolisian sudah mengantongi sejumlah barang bukti. Salahsatunya hasil autopsi jenazah Jamaluddin di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Sumatera Utara.

Mengenai adanya informasi forensik yang menyebutkan korban meninggal dalam rentang waktu 12 hingga 20 jam sebelum diautopsi, Agus Andrianto belum bisa menyimpulkan waktu sebenarnya.

BACA JUGA: Marwan Jafar Sarankan Erick Thohir Berhati-hati dalam Upaya Bersih-bersih BUMN

“Hasil autopsi mengatakan tewas 20 jam sebelum autopsi. Tetapi itu ‘kan antara, bisa dalam rentang waktu itu tetapi tidak bisa kami pastikan bahwa itu 20 jam. Jadi hasil labfor dari pemeriksaan dokter forensik akan kami periksa lagi,” kata Agus.

Walaupun sudah mengarah kepada tersangka dalam penyidikan kasus pembunuhan Jamaluddin, Agus mengaku tidak mau gegabah. “Kasus itu sangat tergantung pada alat bukti dan saksi yang kami miliki. Saya sudah bisa menduga kasus ini kasus apa. Saya juga bisa menduga keterkaitan pembunuhan dengan apa,” ujar jenderal bintang dua itu.

Berdasarkan hasil autopsi, diketahui korban sudah meninggal 20 jam sebelum dilakukan autopsi. Artinya, hakim Jamaluddin sudah meninggal sekitar pukul 03.00 atau 04.00 pagi.

Namun, istri Jamaluddin yakni Zuraida Hanum, 42, menyebutkan bahwa suaminya meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WIB.

Satpam Perumahan Royal Monaco, Muhyadin juga menyebutkan pada 29 November subuh, ia melihat Zuraida Hanum yang membuka pagar. Saat itu sekitar pukul 05.00 WIB. “Saya yang jaga malam terakhir itu memang ada lihat bapak itu keluar jam 5 pagi dari rumah. Tetapi tidak tahu bapak itu, apakah sama teman atau sendiri. Tetapi yang buka gerbang rumah itu istrinya,” jelasnya, Jumat (6/12) lalu.

Kejanggalan lain terkait CCTV di rumah hakim Jamaluddin. Humas PN Medan, Erintuah Damanik menjelaskan saat kematian Hakim Jamaluddin pada 29 November 2019 lalu, ternyata CCTV di rumahnya dicabut. “Info dari kepolisian itu menyebutkan kalau CCTV itu tidak dicolokkan, tetapi sebenarnya itu berfungsi, jadi disengaja,” tuturnya.

Untungnya, polisi menemukan CCTV di sebelah rumah hakim Jamaluddin. Dalam rekaman CCTV itu terlihat pukul 04.00 WIB ada mobil Land Cruiser Prado yang keluar dari rumah hakim Jamaluddin, namun ke arah berbeda. “Jadi hal janggal lainnya diambil dari CCTV rumah tetangga. Kalau biasanya mobil itu keluar mengarah ke kanan, hari itu ke kiri, bukan ke arah pengadilan. Dan setelah mobil itu lewat, ada sepeda motor yang mengikuti,” jelasnya.

Untuk mencocokkan sejumlah fakta, Tim Poldasu dan Polrestabes Medan minggu lalu telah bertolak ke Aceh untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap Zuraida Hanum. Zuraida diperiksa di rumah orangtuanya di Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya, selama tiga hari yang berakhir pada Kamis (5/11). Selain Zuraida, polisi juga memeriksa tiga anak Jamaluddin dan adik perempuan Zuraida Hanum.

Tim turun ke Aceh, karena sudah hampir sepekan terakhir istri dan anak Jamaluddin berada di kampungnya. Pasalnya, jenazah Jamaluddin dikebumikan di tanah kelahirannya Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya. Namun Zuraida Hanum atau pihak keluarganya enggan berkomentar terkait pemeriksaan tersebut.

Pekan lalu, Agus pernah mengungkapkan, aktor di balik tewasnya Jamaluddin didalangi orang terdekat korban. Meski demikian, kemarin Agus menegaskan, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk juga terhadap istri korban yang belakangan ini menjadi pusat perhatian publik. Untuk menentukan siapa tersangkanya, Agus mengaku polisi tidak boleh sembarangan.

“Supaya kami jangan sampai salah menduga orang, menempatkan orang sebagai tersangka karena dampaknya kepada orang dan keluarga,” ujar Agus.

Karena itulah, tim gabungan dari Poldasu dan Polrestabes Medan masih terus mencari alat bukti tambahan, terkait kasus kematian hakim Jamaluddin.

Salahsatu bukti penting lainnya adalah handphone milik hakim Jamaluddin. Karena keterangan Zuraida, Jamaluddin sempat ditelepon seseorang minta dijemput di Bandara Kualanamu Internasional, sebelum ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya.

Menurut Zuraida Hanum, suaminya sempat pamit untuk ke bandara. Saat itu, suaminya berangkat sekira pukul 05.00 WIB subuh. Menurut Zuraida, almarhum juga mengatakan setelah ke bandara akan langsung ke kantor PN Medan. “Siapa yang akan dijumpai saya tidak tahu. Bapak tidak cerita ke saya siapa yang ingin berjumpa,” sebutnya.

Zuraida mengaku dirinya tidak menaruh rasa curiga lantaran selama ini suaminya terkadang pulang larut malam, dan pergi ke kantor meski hari masih subuh. Untuk itu, Zuraida meminta kepolisian di Medan dapat mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. Sebab ia menilai kasus kematian suaminya di dalam mobil adalah kondisi tidak wajar.

Untuk mengungkap kasus itu, Kapoldasu Irjen Agus memohon doa restu. “Mohon doa restu, kami tidak punya niat untuk menghambat apalagi menutup-nutupi hasil penyidikan. Kami lebih senang perkara itu terungkap, supaya kami bisa sampaikan ke publik,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jamaluddin, SH, MH, warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, ditemukan tewas terikat dalam mobil, yang terperosok di jurang areal kebun sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.

BACA JUGA: Niat Mau Bicara Baik-baik, Edison Malah Dihajar Selingkuhan Istri Pakai Cangkul

 

Saat ditemukan jasad korban terbaring di posisi kursi tengah mobilnya, yakni Toyota Land Cruiser Prado berpelat polisi BK 77 HD warna hitam. (ris/bbs)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler