Vaksin Palsu, Menkes Akui Kemungkinan Permainan Oknum

Senin, 27 Juni 2016 – 19:31 WIB
Menkes Nila Moeloek mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/6). Rapat tersebut membahas mengenai peredaran vaksin palsu. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengakui kemungkinan adanya oknum di fasilitas pelayanan kesehatan yang bermain dalam mendukung jalur distribusi vaksin palsu yang dibongkar Bareskrim Polri.

Menurut Nila, sejak 2014 rantai distribusi obat-obatan dan vaksin sudah dipesan melalui e-catalog dengan rantai distribusi dari produsen PT Biofarma.

BACA JUGA: Vaksin Palsu Sejak 2003, Menkes Masih Andalkan Informasi Media

Pemesanan formal dilakukan melalui produsen ke dinas kesehatan, lalu didistribusikan ke puskesmas dan jaringannya. 

Karenanya, Nila meyakinkan bahwa vaksin yang disalurkan ke masyarakat berasal dari produsen yang benar.

BACA JUGA: Gerindra Setuju RUU Tax Amnesty Jadi UU tapi dengan Catatan...

"Kami bukan melecehkan tapi sebagian besar yang diberikan ke masyaralat melalui jaring biru ini benar-benar keluaran biofarma," kata Nila, dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (27/6).

Namun demikian, ujarnya, ada sebagian fasilitas kesehatan swasta bisa melakukan pemesanan tidak melalui jalur distribusi Kemenkes, atau beli langsung ke produsen. Di sini lah kemungkinan ada oknum yang bermain.

BACA JUGA: Soal Vaksin Palsu, Begini Sindiran Pedas YLKI pada Kemenkes dan BPOM

"Swasta yang beli langsung ini kiranya yang mungkin, mungkin ada oknum. Kami tunggu penyelidikan bareskrim dulu," kata Menkes Nila.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Panggil KPK dan BPK Usai Lebaran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler