Vaksinasi Massal Selamatkan Samoa dari Wabah Campak

Minggu, 29 Desember 2019 – 16:31 WIB
Lebih dari 700 warga Samoa terserang campak dengan sebagian besar korban adalah bayi di bawah dua tahun. Foto: RNZ Pacific / Jenny Meye

jpnn.com, SAMOA - Pemerintah Samoa akhirnya mencabut status darurat campak yang telah diterapkan selama enam pekan terakhir. Keputusan ini diambil setelah angka infeksi wabah penyakit tersebut berhasil dikendalikan.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu (28/12) malam, pemerintah Samoa menyatakan bahwa tanggap darurat untuk menangani wabah campak sudah selesai.

BACA JUGA: Darurat Campak, Pemerintah Samoa Tutup Semua Sekolah

Sejak pertengahan bulan lalu, masyarakat Samoa yang hanya sekitar 200 ribu orang, dibayangi penyakit yang sangat mudah menular tersebut. Wabah ini menewaskan 81 orang, kebanyakan bayi dan anak kecil, serta menginfeksi lebih dari 5600 ribu orang.

Angka kematian dan infeksi campak di Samoa mulai menurun pada pertengahan Desember, tepatnya setelah pemerintah menggenjot pemberian vaksin. Kini angka vaksinasi di negara kepulauan tersebut sudah mencapai  95 persen.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Campak Meningkat di Seluruh Dunia, WHO Salahkan Penolak Vaksin

Kasus campak memang tengah meningkat secara global, tidak terkecuali di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman. Banyaknya orang tua yang menolak vaksinasi untuk anak-anak mereka diduga kuat menjadi penyebabnya.

Awal tahun ini, wabah campak menyerang kota Auckland di Selandia Baru. Tidak lama kemudian, wabah penyakit yang sama mulai menjangkiti Samoa, salah satu negara dengan angka vaksinasi terendah di kawasan Pasifik. (ant/dil/jpnn)

BACA JUGA: Kasus Campak Meningkat di Seluruh Dunia, Ini Alasannya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler