Valentino Jebret Putuskan Mundur dari Komentator Liga 1 Setelah Tragedi Stadion Kanjuruhan

Senin, 03 Oktober 2022 – 00:21 WIB
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

jpnn.com, MALANG - Pembawa acara Radot Valentino "Jebret" Simanjutak menyatakan mundur dari komentator Liga 1 Indonesia menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Pengumuman tersebut disampaikan Valentino melalui pernyataan tertulis yang dia unggah dalam akunnya di Instagram, @radotvalent.

BACA JUGA: Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Mbak Puan: Semua Harus Diinvestigasi, Ini soal Nyawa

Valentino mengaku sedih atas peristiwa yang telah memakan ratusan korban jiwa tersebut.

Hal tersebut juga yang membuat dia kehilangan hasrat untuk tetap berpartisipasi dalam Liga 1 2022/2023.

BACA JUGA: Instruksi Jokowi kepada Mahfud terkait Tragedi Kanjuruhan, Harus Beres dalam 24 Jam

"Saya sebagai bagian insan sepak bola nasional merasa prihatin dan sedih yang mengakibatkan semangat/hasrat untuk berpartisipasi dalam program BRI Liga 1 2022/2023 sudah pada titik terendah dalam karier saya sebagai host dan komentator program sepak bola nasional," tulis Valentino dalam pernyataan tersebut.

"Hilangnya semangat tersebut akan berdampak pada kontribusi saya yang tidak akan lagi memberikan hal yang maksimal seperti yang telah saya berikan sebelumnya," sambung dia.

BACA JUGA: Warganet Malaysia Soroti Tragedi Kanjuruhan, Ada yang Menohok

"Saya menyampaikan pengunduran diri sebagai host dan komentator program BRI Liga 1 2022/2023 terhitung sejak 2 Oktober 2022."

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan bermula saat sejumlah suporter tuan rumah merangsek masuk ke lapangan setelah Arema Malang kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022/2023, Sabtu (1/10) malam.

Petugas pengaman melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain.

Namun imbauan tersebut tidak digubris sehingga tim kepolisian pun pada akhirnya meluncurkan tembakan gas air mata.

Berdasarkan data dari pihak Polri, hingga saat ini tercatat 125 orang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

PSSI sudah membentuk tim investigasi peristiwa di Stadion Kanjuruhan yang dipimpin oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Tak hanya itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga akan mendalami penerapan prosedur tetap terkait penggunaan gas air mata yang dilancarkan anggota Polri untuk membubarkan kericuhan di Stadion Kanjuruhan.

Proses tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran jelas terkait peristiwa yang menelan 125 korban jiwa tersebut, termasuk siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggap Polisi Memperburuk Situasi Kanjuruhan, KontraS Punya Saran untuk Polri dan TNI


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler