Volatile Foods Sumbang Inflasi September

Selasa, 13 September 2016 – 01:17 WIB
BI. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Inflasi pada minggu pertama September diprediksi mencapai 0,17 persen. Tekanan inflasi dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang rentan mengalami gejolak harga (volatile foods).

Terutama bawang merah dan cabai merah. ’’Untuk yang deflasi, ada daging ayam dan telur ayam,’’ kata Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo.

BACA JUGA: Pembangunan Kilang Mini Habiskan Rp 104 Miliar

Secara year-on-year, inflasi diprediksi 3,02 persen. Inflasi sampai akhir Agustus secara year to date tercatat 1,74 persen. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan 2,79 persen.

Hingga akhir Agustus, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar tercatat sebagai penyumbang inflasi.

BACA JUGA: Bank Menengah Diizinkan Jalankan Layanan Keuangan Digital

Namun, hingga akhir Agustus terjadi deflasi 0,02 persen. Ke depan, inflasi diperkirakan makin terkendali dan berada pada sasaran inflasi 2016, yaitu empat persen plus minus satu persen. (dee/c14/noe/jos/jpnn)

BACA JUGA: Libur Iduladha, Pendapatan Telkomsel Melejit 30 Persen

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kredit Bermasalah Sektor Tambang dan Manufaktur Bertambah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler