Wahai Calon Pelamar PPPK 2022, Tunjukkan Anda Sosok Sosialita

Sabtu, 29 Oktober 2022 – 13:12 WIB
Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen saat sosialisasi Kebijakan dan Pelaksanaan Pengadaan PPPK 2022. Dicari sosok sosialita. Foto: Tangkapan Layar Youtube KemenPAN-RB

jpnn.com - JAKARTA - Wahai Calon Pelamar PPPK 2022, Tunjukkan Anda Sosok Sosialita.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN-RB) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar Sosialisasi Kebijakan dan Pelaksanaan Pengadaan PPPK 2022 pada Kamis (27/10).

BACA JUGA: Nilai PG PPPK 2022 untuk Tenaga Teknis Administrasi Terlalu Tinggi, Pertanda Buruk Bagi Honorer K2

Kegiatan sosialisasi disiarkan langsung melalui akun Youtube KemenPAN-RB, menghadirkan dua pemateri, yakni Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB Alex Denni dan Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen.

Banyak hal dipaparkan Suharmen, yang mengawali penjelasan mengenai 11 peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum pengadaan ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

BACA JUGA: Kabar Gembira untuk Honorer, Ini Jadwal Penyerahan SK PPPK

Dipaparkan juga mekanisme seleksi, jumlah formasi PPPK 2022, dan banyak hal teknis lainnya, jumlah soal tes dan sistem penilaian, serta estimasi jadwal pelaksanaan seleksi.

145 Soal Seleksi PPPK 2022

Deputi Suharmen menyebutkan jumlah soal sebanyak 145, dengan maksimal nilai 690.

BACA JUGA: Kemendikbudristek Pastikan Guru Lulus PG Aman dalam Seleksi PPPK 2022, Apa Iya?

Berikut ini perincian subtansi soal, jumlah soal, dan maksimal nilai.

1. Seleksi kompetensi teknis jumlah soal 90 maksimal nilai 450

2. Seleksi kompetensi manajerial jumlah soal 25 maksimal nilai 200

3. Seleksi kompetensi sosial kultural jumlah soal 20 maksimal nilai 200

4. Wawancara jumlah soal 10 maksimal nilai 40

Deputi Suharmen menjelaskan, seleksi kompetensi manajerial dilakukan untuk melihat kemampuan melakukan satu manajemen.

Bobot penilaian seleksi kompetensi manajeral ini antara maksimal 4, tidak menjawab 0.

Jika kecenderungan peserta seleksi menjawab soal dengan sangat baik, maka mendapatkan nilai 4.

“Kalau jauh dari ekspektasi nilai 1. Kalau tidak menjawab maka tidak mendapat nilai,” kata Suharmen.

Dengan skema penilaian seperti itu, Suharmen menyarankan agar para peserta seleksi PPPK menjawab pertanyaan meski tidak paham.

“Jadi saran kami, kalau Bapak Ibu tidak paham, jawab saja karena paling tidak Bapak Ibu akan mendapat nilai 1. Syukur-syukur dapat nilai 4,” imbuh Suharmen.

Seleksi PPPK Mencari Sosok Sosialita

Deputi Suharmen lantas menjelaskan mengenai seleksi kompetensi sosial kultural.

Dia mengatakan, substansi materi tes ini untuk mendapat gambaran mengenai sosok pelamar, apakah dia orang yang mampu beradaptasi dengan masyarakat.

“Kalau Bapak Ibu menjawab, menggambarkan pribadi Bapak Ibu adalah sosialita, tetapi bukan sosialita dalam arti yang aktif di media sosial. Bukan itu karena ini bukan artis, tetapi orang yang betul-betul mampu beradaptasi dengan baik kepada masyarakat,” terang Deputi Suharmen.

Karena menurut Suharmen, seorang ASN merupakan pelayan masyarakat, yang juga harus mampu beradaptasi dengan baik kepada masyarakat.

Dia menyarankan peserta tes menjawab setiap soal agar minimal mendapat nilai 1, bukan nol.

“Jadi mengerti atau tidak mengerti, tetap jawab,” kata Suharmen.

Pesan untuk Calon Pelamar PPPK 2022

Sementara, Alex Denni berpesan kepada seluruh calon pelamar PPPK 2022 dan masyarakat untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan.

“Kami minta agar masyarakat tidak sungkan, tidak ragu untuk melaporkan pada kami jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan.”

“Keberhasilan menjadi abdi negara hanya bisa terwujud dengan usaha dan doa Anda,” pesan Alex Denni. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler