"Active learning melahirkan kreativitas, inovasi, dan pembelajaran kontekstual yang berarti bagi siswa atau mahasiswa
BACA JUGA: Menakertrans Minta Pendidikan Gratis Dimaksimalkan
Bukan sekadar menjawab pertanyaan dosen supaya dia bisa lulus, tapi merangsang kreativitas dan inovasi," kata Fasli usai membuka Seminar Nasional Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi atau Active Learning for Higher Education (ALFHE) di Kemdiknas, Jakarta, Senin (5/7).Fasli mengatakan, program yang melahirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan dapat diolah oleh perguruan tinggi dan dimasukkan ke dalam kurikulum dan proses belajar untuk calon guru
BACA JUGA: Uang Masuk SMPN Hingga Rp5 Juta
"Pada saat uji sertifikasi, masukkan komponen ini ke dalam penilaian portifolio," harapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso menambahkan pembelajaran aktif atau sering disebut student center learning adalah metode untuk meningkatkan proses pembelajaran
BACA JUGA: Beasiswa Kedokteran, Pemprov Siapkan Rp5 M
BACA ARTIKEL LAINNYA... 36 Persen Lulusan SD Tak Lanjut ke SMP
Redaktur : Tim Redaksi