Wamentan Harvick Optimistis Indonesia Bisa jadi Produsen Suplemen Pakan Ternak Dunia

Senin, 29 Januari 2024 – 22:20 WIB
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat melepas produk ekspor perdana suplemen pakan ternak dan pakan ternak produksi PT Nutricell Pacific di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (29/1). Foto: Dokumentasi Humas Kementan

jpnn.com, SERPONG - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi optimistis Indonesia bisa menjadi produsen suplemen pakan ternak dunia.

Hal itu disampaikan Wamentan Harvick setelah melepas produk ekspor perdana suplemen pakan ternak dan pakan ternak produksi PT Nutricell Pacific di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (29/1).

BACA JUGA: Inilah Langkah Strategis Kementan Mengatasi Masalah Pangan

"Indonesia berpotensi menjadi produsen pakan ternak, salah satunya dengan mendorong para pelaku usaha agar aktif mencari peluang pasar internasional" ujar Wamentan Harvick,

Adapun ekspor perdana PT Nutricell Pacific ke Jepang untuk suplemen pakan ternak sebanyak 14 ton senilai USD 13.320, dan ekspor pakan ternak ke Vietnam sebanyak 1.200 box senilai USD 35 ribu.

BACA JUGA: Peternak Blitar Berterima Kasih Atas Respons Cepat Mentan Amran Atasi Masalah Pakan Ternak

Wamentan Harvick optimistis Indonesia sebagai negara yang besar memiliki sumber daya alam dan ketersediaan sumber daya manusia yang jumlahnya banyak sekaligus merupakan faktor pendukung utama yang bisa dimanfaatkan untuk menjadikan negara produsen besar.

"Ini merupakan terobosan baru, karena kita ketahui pasar Jepang sangat sulit ditembus, Alhamdulillah sekarang bisa masuk," pujinya.

BACA JUGA: Kulit Singkong dan Tape Kedaluwarsa Bisa Jadi Pakan Ternak, Bagaimana Caranya?

Harvick menambahkan dengan memanfaatkan potensi yang ada dapat mengekspor berbagai macam kebutuhan dunia dan agar para petani peternak di sektor hulu juga dapat menikmati hasil kerja kerasnya.

"Utamanya ke depan kita akan lebih giatkan di sektor-sektor yang lain, bukan hanya di peternakan, tetapi juga di pertanian dan perkebunannya kita maksimalkan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu target Kementerian Pertanian (Kementan) adalah peningkatan ekspor komoditas pertanian.

Berdasarkan data BPS, neraca ekspor impor pertanian tahun 2023 menunjukkan angka positif dengan selisih nilai ekspor terhadap impor mencapai USD 3.307,2 juta.

Begitu pula dengan kinerja ekspor komoditas peternakan pada periode Januari-Desember 2023 (angka sementara) tercatat senilai USD 1,37 miliar atau setara Rp 21,3 triliun dengan pertumbuhan nilai ekspor meningkat sebesar 2,2 persen dan pertumbuhan volume ekspor meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama di 2022.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementaqnan Nasrullah yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan pelepasan ekspor ini merupakan hasil dari kunjungan kerja delegasi Indonesia pada awal Desember 2023 yang diwakili Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan ke Jepang dalam rangka melakukan promosi produk komoditas peternakan.

“PT Nutricell menjadi salah satu perusahaan yang ambil bagian dalam lawatan ini, dan berhasil melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Japan Nutrition Corporation Inc untuk penjualan produk suplemen pakan ternak senilai USD 3 juta yang akan dikirim dalam beberapa tahap," jelas Dirjen Nasrullah.

Lebih lanjuta Dirjen Nasrullah mengatakan selama ini perhatian banyak tertuju pada sektor pangan dalam rangka pemenuhan pangan dunia..

Namun, jika dilihat dari sisi non-pangan juga telah memberikan kontribusi besar.

Sektor non-pangan Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar 165.022 ton atau menyumbangkan 35 persen dari total capaian ekspor peternakan tahun 2023 yang mencapai 470.119 ton.

"Untuk itu sektor non-pangan bisa lebih dieksplore lagi untuk perluasan target pasar serta peningkatan volume ekspornya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Nutricell Suaedi Sunanto menyampaikan pihaknya sangat senang bisa membawa Nutrifat ca-84 dan rangkaian produk makanan hewan berkualitas tinggi ke Jepang dan Vietnam.

"Nuansa budaya dan tuntutan unik dari pasar-pasar ini telah menginspirasi kami untuk mengembangkan produk yang tidak hanya memenuhi, tetapi melampaui ekspektasi. Kami berharap untuk menjalin hubungan yang langgeng dan menjadi mitra yang dapat diandalkan di pasar ekspor yang dinamis ini," kata Suaedi.

Kontrak ekspor proyek ini, lanjut Suaedi, mencapai USD 3 juta untuk produk Nutrifat Ca-84 dan USD 15 ribu untuk produk Pet Food.

Hal tersebut mencerminkan komitmen Nutricell untuk pertumbuhan ekonomi bersama dan pertukaran budaya antara Jepang, Vietnam, dan Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian yang telah memberikan dukungan dalam membuka akses pasar untuk kami, dan arahannya hingga terealisasi ekspor ini,” ucap Suaedi. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler