Wanita & Perwira Polri Ini Bikin Skenario Ferdy Sambo Ambyar, Putri Candrawathi Tersangka

Sabtu, 20 Agustus 2022 – 11:23 WIB
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigasdir J saat di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Dahlan Iskan kembali menurunkan tulisan seputar peristiwa Duren Tiga yang menewaskan Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Namun, kali ini tentang tersangka kasus itu, Richard Eliezer atau Bharada E.

Dalam tulisan Disway edisi Sabtu (20/8) berjudul Lagu Sambo, Dahlan mengungkap kejadian yang membuat skenario Irjen Ferdy Sambo ambyar.

BACA JUGA: 5 Perwira Ini Menemani Ferdy Sambo Menghalangi Penyidikan Pembunuhan Brigadir J

Irjen Sambo merupakan mantan Kadiv Propam Polri sekaligus tersangka yang mendalangi pembunuhan Brigadir J.

Sambo awalnya mengaburkan kasus pembunuhan itu dengan membuat skenario baku tembak.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Profil Orang Terdekat Ferdy Sambo Dibuka, Ada 3 Kubu, Mahfud MD Buka Suara

Menurut Dahlan, skenario awal itu berantakan setelah Bharada E berhasil mengusir setan dari pikirannya. Anggota Brimob itu mengubah pengakuan awalnya.

"Siapa yang berhasil menghardik setan itu dari otak Ichad? Berita pertama menyebutkan: orang tuanya," tulisan Dahlan Iskan.

BACA JUGA: Siapa Sosok yang Menyebarkan Skema Kaisar Sambo dan Konsorsium 303?

Dahlan menulis perubahan pikiran itu terjadi setelah Bharada E diberi kesempatan menghubungi orang tuanya di Manado.

Namun, pengacara pertama Ichad -panggilan Richard Eliezer, Deolipa Yumara menyebut perubahan itu terjadi setelah Bharada E menelepon seorang wanita, maitua-nya.

"Maitua adalah bahasa asli Manado. Artinya: pacar," lanjut Dahlan.

Maitua Ichad memang tinggal di Jakarta. Namanya Lily. Gadis Manado itu pindah ke Jakarta setelah Ichad menetap di Jakarta.

Harapan Bharada E untuk bisa mempersunting Lily awalnya sirna. Pikiran Ichad dipenuhi gambaran dirinya pasti dihukum mati.

"Karena itu, Ichad sempat minta ke maitua-nya untuk pulang ke Manado. Tidak ada lagi yang dia andalkan di Jakarta," tulis Dahlan.

BACA JUGA: Irjen Ferdy Sambo & Brigjen Hendra Kurniawan Masuk Klaster 4, Ancamannya Lumayan Tinggi

Deolipa-lah yang memfasilitasi hubungan telepon Bharada E dengan sang pacar. Targetnya agar Ichad punya harapan untuk tidak dihukum mati. Asal, dia mengaku terus terang seperti apa kejadian sebenarnya di Duren Tiga.

Target itu bisa dicapai karena Ichad sebenarnya sudah terlihat ragu dengan pengakuannya.

"Titik terang pertama itu diperoleh oleh penyidik nomor satu Indonesia saat ini. Beliau adalah Dr Suradi" tulis Dahlan menirukan ucapan Deolipa.

Deolipa merasa tinggal meneruskan saja yang telah dimulai Suradi agar setitik terang itu menjadi benar-benar terang.

Setelah itu, Deolipa terus bicara dengan Ichad dalam bahasa Manado. Juga dengan bahasa agama, sesama Kristen.

Dalam tulisan Dahlan itu dijelaskan bahwa Bharada E diajak Deolipa menyanyikan lagu rohani. Bertiga dengan satu petugas lagi.

Deolipa memang seniman. Penyanyi. Gitaris. Dia pun mulai menyanyikan lagu Indah pada Waktunya. Ichad mulai ikut menyanyi.

"Anda yang memainkan gitar?" tanya Dahlan kepada Deolipa yang asli Diwek, Jombang, itu.

"Saya buka YouTube. Nyanyi bareng dengan YouTube," tulis Dahlan menirukan jawaban advokat berambut gondrong tersebut.

Deolipa lantas menunjukkan mana YouTube yang diputar untuk mengiringi lagu rohani itu. Yakni, yang dinyanyikan Putri Siagian. Yang ditonton hampir 800.000 orang.

Bharada E mulai ikut menyanyi. Meresapi isinya. Lalu, menyanyi lagi. Lagu keduanya Hidup Ini Adalah Kesempatan. Yang dinyanyikan Michela Thea.

"Setan pun hilang dari kepalanya," begitu Dahlan mengutip kalimat Deolipa.

Deolipa mengeklaim itulah kunci yang membuat Bharada E berubah pikiran. Pembuka pertama Kombes Suradi sang penyidik Polri.

"Lalu, dua lagu rohani itu. Semua skenario Ferdy Sambo pun bubar. Bahkan, kemarin, istri Sambo (Putri Candrawathi) ditetapkan sebagai tersangka baru," tulis Dahlan Iskan. (disway/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler