Keluarga Blake Gibb, warga Australia yang mengalami kecelakaan motor di Pulau Lembongan, kini harus membayar lebih dari 370 ribu dolar (Rp3,7 miliar) untuk buaya medis karena asuransi perjalanan tidak menanggungnya.

Ibu dari Blake, Rosslyn Gibb yang tinggal di Adelaide putranya sedang berlibur di Pulau Lembongan menabrak dinding saat mengendarai motor dalam perjalanan pulang ke penginapannya setelah makan malam pada 19 Juli lalu.

BACA JUGA: Dunia Hari Ini: Influencer Lil Tay Meninggal Dunia pada Usia 14 Tahun

"Dia sepertinya menabrak dinding di sisi lain jalan, mengakibatkan keretakan tengkorak yang mencederai otaknya," ujar Rosslyn kepada ABC News.

Blake sebenarnya membeli asuransi perjalanan pada malam sebelum berangkat ke Indonesia tapi dia tidak ditanggung untuk mengendarai sepeda motor.

BACA JUGA: Puteri Indonesia 2022 Membahas Body Checking di Tengah Isu Pelecehan Seksual

Biaya pertanggungan kecelakaan sepeda motor, menurut Rosslyn, akan dikenakan biaya tambahan $7 per hari.

"Jelas bahwa dia juga tidak memperhatikan polis asuransi itu," katanya.

BACA JUGA: Koala Berkeliaran di Pantai Memicu Kekhawatiran Habitatnya Telah Rusak

"Dia membelinya dengan pertimbangan bisa mengklaim $3 juta dalam pertanggungan. Hanya itu. Tapi mereka tidak menanggung kecelakaan motor kecuali kita membayar di muka setiap hari dengan biaya khusus," jelasnya.

"Saya rasa dia tidak berencana mengendarai motor selama liburan, tapi itu kebetulan karena mereka berada di pulau yang satu-satunya alat transportasinya adalah motor," kata Rosslyn.

Setelah menempuh perjalanan dengan perahu dari pulau ke rumah sakit di Bali dan penerbangan ke Adelaide pada tanggal 23 Juli, Rosslyn harus membayar biaya kepada perusahaan asuransi Freely — yang merupakan anak perusahaan dari Cover-More — karena dia adalah penjamin.

"Saya hanya mau agar anakku pulang," ujarnya.

"Kami akan membawanya pulang dan menangani segala biayanya nanti. Saya pasrah. Mereka telah mengirimi saya formulir asuransi yang menyebutkan biaya yang harus saya bayar," tambahnya.

Blake saat ini berada di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Royal Adelaide dan menjalani operasi pada hari Senin.

Keluarga telah membuka halaman GoFundMe — yang sejauh ini mengumpulkan $35.000 — untuk menutupi biaya medis Blake yang tidak akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

"Orang-orang begitu baik," ujar Rosslyn Gibb.Pelanggan asuransi punya opsi

Dalam sebuah pernyataan, Freely menjelaskan kepada ABC News bahwa pelanggan memiliki opsi untuk menambahkan perlindungan kecelakaan sepeda motor saat mereka pertama kali membeli asuransi perjalanan melalui situs webnya.

"Ketika wisatawan ke Bali membeli polis kami, mereka diberikan informasi yang secara khusus menanyakan apakah mereka ingin menambah tanggungan sepeda motor," kata pernyataan itu.

"Kami menekankan kepada siapa pun yang bepergian ke luar negeri yang ingin mengendarai sepeda motor atau sebagai penumpang untuk mempertimbangkan perlindungan sepeda motor ke dalam polis asuransi perjalanan mereka."

Pakar perjalanan CHOICE Jodi Bird mengatakan kepada ABC News bahwa konsumen perlu memahami polis asuransi perjalanan mereka sebelum berangkat.

Jodi mengatakan kegiatan seperti menyewa mobil, berlayar, bermain ski, selam scuba, bungee jumping, menunggang kuda, balon udara panas, dan berkayak adalah "inklusi umum" dan mengharuskan pelanggan membayar biaya tambahan.

Dia mengatakan para pelancong dapat mengunjungi panduan asuransi perjalanan CHOICE di situs web Smartraveller Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

Meskipun pelanggan yang bepergian mengalami kecelakaan dan tidak ditanggung atas kejadian tersebut, perusahaan asuransi mungkin dapat memberikan "bantuan non-moneter" seperti nasihat tentang rumah sakit dan transportasi.

"Dokumentasikan semua interaksi dengan mereka, terutama jika Anda tidak setuju dengan penolakan perlindungan mereka," katanya.

"Dokumentasi ini kemudian dapat digunakan saat Anda tiba kembali di negara asal untuk mengajukan perselisihan dengan perusahaan asuransi tersebut," jelasnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim untuk ABC Indonesia.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dunia Hari Ini: Kata Homoseksualitas Dilarang di Irak, Pelanggar Bisa Dipidana

Berita Terkait