Warga Kudus Diminta Waspadai Penyakit Pergantian Musim

Senin, 13 Oktober 2014 – 09:06 WIB
Bupati Kudus, H Musthofa saat bersilaturrahmi dengan warga dalam rangkaian Safari Jumat. Foto Jack/JATENG POS/JPNN

jpnn.com - KUDUS - Bupati Kudus, H Musthofa mengingatkan warganya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, kebersihan lingkungan dari sampah, aliran got dan lainnya yang dianggap sepele, bisa menjadi bencana. Apalagi, menjelang pergantian musim dari kemarau panjang menuju musim hujan yang diprediksi datang pada akhir bulan Oktober nanti, akan berpotensi menyebabkan banjir dan menjadi penyebab datangnya berbagai penyakit.

”Saya tidak ingin lagi ada warga Kudus yang belum memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Ini akan berdampak pada kesehatan, bencana banjir dan membuat sungai kotor,” kata H Musthofa akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Eks Mucikari Dibekali Ilmu Konfeksi

Terlebih memasuki bulan Oktober yakni masa transisi dari kemarau ke musim penghujan, lanjut Musthofa, waktu yang rawan munculnya penyakit. Untuk itu, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan harus lebih ditingkatkan. Mengingat bencana yang melanda Kudus awal tahun 2014 lalu.

“Hal ini seharusnya menjadikan pelajaran bagi warga Kudus, untuk bisa bersiap menghadapi musim penghujan. Jaga kebersihan lingkungan dengan baik. Selain nyaman dan mencegah banjir, juga lingkungan tetap sehat. Kita ingatkan warga agar waspada terhadap berbagai penyakit di pergantian musim nanti,” tambahnya.

BACA JUGA: Polda Terus Lanjutkan Kasus Risma

Di waktu yang akan datang sosok yang masuk dalam daftar kandidat calon menteri kabinet Jokowi - Jk ini berharap, Kudus bisa menjadi sebuah kota di tengah taman. Diakuinya, hal itu perlu kesadaran dan partisipasi dari seluruh masyarakat Kudus.

“Karena Kudus bukan hanya milik bupati atau pejabat, tetapi milik seluruh masyarakat Kudus,” tandasnya.

BACA JUGA: Bentrok di Kafe, Dua Pemuda Terkapar

Berbagai upaya yang telah dilakukan PemkabKudus untuk mencapai cita-cita itu adalah dengan mengadakan lomba kebersihan bertajuk Kudus green and clean. Kegiatan ini bertujuan untukmemacu kesadaran warga dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan.

Disamping itu dalam kesempatan yang sama, Bupati Kudus yang memasuki periode kedua itu juga menyampaikan, bahwa program-program pro rakyat yang telah digagasnya sejak tahun 2008 lalu, tetap berjalan bahkan ditingkatkan. Mulai dari sektor UMKM, kesehatan, pendidikan, santunan kematian, bantuan sarpras ibadah dan pendidikan, hingga adanya khitan secara gratis yang dilaksanakan bukan dengan khitan masal.

“Hal itu tidak lain agar warga Kudus bisa merasakan berbagai kemudahan dengan pelayanan dari pemkab. Karena pemimpin harus mau melihat, mendengar, dan melayani masyarakat,” tandasnya.(jac/*/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Perempuan SD Ditendangi Ramai-ramai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler