Warga Mengamuk, Pekerja Tambang Emas Ilegal di Kuansing Ditembak, Kena Kepala

Kamis, 04 Mei 2023 – 07:00 WIB
Senjata senapan angin. Ilustrasi Foto: Rizki Ganda Marito/JPNN.com

jpnn.com - PEKANBARU - Sejumlah warga Desa Terentang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Sengingi (Kuansing), Riau, mengamuk saat melihat aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di desanya. Satu pekerja PETI ditembak pakai senapan angin.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Rabu (3/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu ada keributan antara warga Desa Lubuk Terentang dengan pelaku PETI.

BACA JUGA: Polisi Jerat 2 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Bulungan, Salah Satunya Diciduk di Jakarta

“Awalnya kami dapat informasi bahwa ada keributan antara masyarakat Desa Lubuk Terentang dengan pekerja PETI,” kata Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito saat dikonfirmasi JPNN.com.

Dari informasi itu Kapolsek Kuantan Mudik AKP Ferry Fadilla langsung menuju ke lokasi kejadian bersama personelnya.

BACA JUGA: Harga Emas Meroket! Siap-Siap Untung Besar

“Sesampainya di lokasi masyarakat sudah ramai. Kapolsek langsung memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membubarksn diri,” lanjutnya.

Setelah polisi memintai keterangan beberapa saksi di lokasi, ternyata penyebab dari keributan tersebut dipicu aksi penembakan oleh seorang warga berinisial IP (26) terhadap seorang pekerja PETI berinisial AN.

BACA JUGA: KPK Beri Sinyal Jerat Kembali Pengusaha Tambang Emas Ini dalam Kasus Korupsi di Antam

“IP diduga marah karena ada aktivitas PETI di Sungai Kuantan. Kemudian IP menembak korban pakai senapan angin sehingga mengenai bagian kepala korban AN salah salah satu pekerja PETI,” jelas AKBP Pangucap.

Mantan Kapolres Rohul ini mengatakan saat ini pekerja PETI yang kepalanya ditembak pakai senapan masih menjalani perawatan di RSUD Kuansing.

“Diduga pelaku masih kami selidiki,” pungkasnya. (mcr36/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler