Waspada! Gejala Long Covid-19 Mengintai Penderita Penyakit Kronis

Selasa, 13 April 2021 – 04:09 WIB
Waspada virus Covid-19. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Medical Consultant Lifepack.id Dokter Edward Suryajaya mengingatkan mantan penderita Covid-19 yang memiliki penyakit kronis tetap memerlukan pengobatan rutin.

Tujuannya agar kondisi penyakitnya tidak memunculkan komplikasi ke organ yang lain.

BACA JUGA: Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksinasi di Bulan Puasa

Terlebih adanya Long Covid, di mana pasien yang sudah pernah terinfeksi virus Covid-19 masih mengeluhkan gejala setelah dinyatakan sembuh.

Jadi, bagi penderita penyakit kronis diperlukan kewaspadaan yang tinggi untuk bisa menjaga kepatuhan pengobatannya.

BACA JUGA: Lifepack Permudah Nasabah Asuransi Kesehatan Dapatkan Obat

Karena mayoritas penderita Covid-19 dapat mengalami Long Covid.

Berdasarkan hasil survei kepada 463 pasien yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan, dalam rentang Desember 2020 hingga Januari 2021, ditemukan 63,5 persen pasien di antaranya mengalami Long Covid dengan menimbulkan berbagai macam gejala.

BACA JUGA: Bela Istri yang Dibully Penggemar Lesty Kejora, Suami Siti Badriah: Saya Jijik Sama Diri Sendiri, Kampungan!

"Gejala Long Covid mirip dengan penderita Covid-19 pada umumnya seperti kelelahan, sesak nafas, batuk, nyeri sendi dan otot, dada berdebar, nyeri dada, gangguan indera penciuman, demam, susah tidur, dan sakit kepala," ujar dr Edward.

Selain itu, keluhan-keluhan lainnya yang saat ini masih dalam kajian di beberapa jurnal kesehatan. Karena, virus Covid-19 ini dari sisi keilmuan masih tergolong baru dan masih terus bermutasi.

"Maka dari itu, tetap patuhi protokol kesehatan, dan jika diperlukan konsultasi ke dokter bila ada keluhan," seru dr. Edward.

Dokter Edward menambahkan, selain mematuhi protokol kesehatan secara umum, perlu diperhatikan juga asupan makanan yang tepat serta berolahraga secara teratur.

Diet sehat, makan-makanan yang bergizi dan makan teratur dengan konsumsi sayur dan buah. Lalu diselingi dengan olahraga ringan setidaknya 15 menit setiap hari, dan berjemur antara jam 7-9 pagi.

Selain itu, bagi penderita penyakit kronis harus rutin mengonsumsi obat dan selalu dalam pengawasan dokter.

“Bagi penderita penyakit kronis, kepatuhan pengobatan harus selalu diperhatikan, karena jika lalai dalam pengobatan dapat menyebabkan resiko penyakit bertambah parah. Untuk itu, diperlukan tekad yang kuat dari pasien maupun keluarga pasien untuk memperbaiki gaya hidup agar lebih sehat, dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter," ungkap dr. Edward.

Untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan masyarakat Indonesia, saat ini pemanfaatan layanan kesehatan secara online tentunya dapat memberikan kemudahan.

Untuk itu, apotek online Lifepack membantu masyarakat dengan memberikan layanan konsultasi dokter umum secara gratis dan membeli obat yang dibutuhkan secara online tanpa harus keluar rumah.

Lifepack merupakan apotek online pertama di Indonesia dengan spesialisasi penyakit kronis.

Sebagai penyedia layanan obat terlengkap dan terpercaya, Lifepack mengirimkan obat asli dengan harga murah.

Lifepack memiliki berbagai layanan kesehatan di antaranya; pemesanan obat, konsultasi dokter umum secara gratis, konsultasi dokter spesialis dengan harga terjangkau, dan kotak obat spesial (blister) untuk penderita penyakit kronis.

"Untuk mewujudkan komitmen tersebut, apotek online Lifepack memberikan promo khusus gratis ongkos kirim untuk tipe pengiriman reguler tanpa minimum transaksi ke seluruh wilayah di Indonesia," kata April Cabello, Chief Marketing Officer Lifepack & Jovee.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenkes, IDI Hingga MUI Sepakat Vaksinasi Tetap Dilakukan di Bulan Ramadan


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler