Waspada, Ini 3 Bahaya Makan Kacang Kenari Berlebihan untuk Kesehatan

Selasa, 31 Januari 2023 – 02:14 WIB
Kacang Kenari (Walnut). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - KACANG tidak diragukan lagi merupakan salah satu makanan sehat yang bisa Anda konsumsi.

Ada berbagai jenis kacang sehat yang bisa Anda konsumsi. Mulai dari kacang kenari, kacang almond, kacang almond, hazelnut, kacang pistachio dan lainnya.

BACA JUGA: 7 Manfaat Kacang Kenari yang Tidak Terduga, Bikin Wanita Senang

Kacang kenari merupakan kacang mungil yang mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh.

Anda bisa mengonsumsi kacang yang satu ini dalam bentuk cake kacang kenari, permen kacang kenari, dan lainnya.

BACA JUGA: 14 Khasiat Rutin Makan Kacang Kenari, Cegah Serangan Penyakit Kronis Ini

Namun, berlebihan mengonsumsi kacang kenari ternyata juga tidak baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Curejoy.com.

BACA JUGA: Makan Kenari Setiap Hari Bisa Kurangi Risiko Diabetes

1. Masalah Perut

Serat sangat bagus untuk menjaga sistem pencernaan Anda tetap sehat dan baik.

Anda bisa mendapatkan jumlah yang sedikit, sekitar 2 gram dalam segenggam kenari.

Ini hanya sebagian kecil dari asupan harian yang direkomendasikan yaitu 21 hingga 38 gram, jadi mungkin tidak akan menimbulkan masalah.

Namun, jika Anda sudah menjalani diet tinggi serat, makan kacang kenari mungkin merugikan Anda.

Mengonsumsi banyak serat dalam waktu singkat bisa membuat saluran pencernaan Anda stres.

Jika bakteri usus tidak terbiasa, Anda akan mengalami gas, diare, dan kembung.

Anda bahkan mungkin mengalami kram perut. Untuk menghindari efek samping tersebut, hindari makan kenari secara berlebihan jika Anda sudah mengonsumsi makanan kaya serat.

Ini termasuk buah utuh, sayuran mentah, roti gandum, beras merah, dan kacang-kacangan.

Anda mungkin juga mengonsumsi suplemen serat atau mengunyah makanan ringan dengan tambahan serat.

2. Penambahan Berat Badan

Seperti kacang lainnya, kenari padat energi. Satu cangkir kenari memiliki 765 kalori.

Namun, berkat kandungan lemak dan seratnya yang sehat, kacang ini juga bisa meningkatkan rasa kenyang.

Ini berarti Anda akan cenderung makan berlebihan di kemudian hari, membantu kamu menurunkan berat badan.

Namun, apakah Anda tetap makan berlebihan? Kenari sebenarnya akan berkontribusi pada penambahan berat badan.

Kuncinya adalah berhenti makan saat Anda kenyang. Jika Anda mengemil kenari, tetapi memaksakan diri untuk makan seluruh makanan, bahkan jika kamu tidak lapar lagi, Anda hanya akan mengemas kalori.

Ini terutama benar jika Anda makan kenari dan makanan padat energi dan miskin nutrisi.

Solusinya? Selalu jaga asupan kalori Anda secara keseluruhan.

Wanita dewasa harus menargetkan 1.600 hingga 2.400 kalori setiap hari, sedangkan pria dewasa harus menargetkan 2.000 hingga 3.000 kalori.

Individu yang lebih aktif akan berada di ujung yang lebih tinggi dari rentang ini.

Ketika menjadi bagian dari asupan energi yang sehat dan terkontrol, kenari tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan.

3. Reaksi Alergi

Jika Anda alergi terhadap kenari, makan sedikit pun bisa memicu reaksi.

Dalam hal alergen makanan umum, kacang pohon menempati urutan pertama.

Ini termasuk kenari, jadi sangat penting untuk berhati-hati. Perlu diingat bahwa jika Anda alergi terhadap kacang pohon lainnya, seperti almond atau pistachio, ada kemungkinan Anda juga alergi terhadap kenari.

Gejala reaksi alergi terhadap kenari akan berbeda-beda. Biduran, kemerahan, dan gatal sering terjadi.

Anda mungkin juga merasa mual atau muntah. Kemungkinan diare, sakit perut, bersin, batuk kering, dan hidung tersumbat.

Jika Anda mengalami efek samping tersebut, segera minum antihistamin.

Efek samping yang lebih parah termasuk sesak napas dan kesulitan menelan.

Tenggorokan dan mulut mungkin juga membengkak sehingga sulit bernapas.

Nyeri dada, denyut nadi lemah, dan penurunan tekanan darah adalah penyebab yang memprihatinkan.

Gejala-gejala ini mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany Elisa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler