Waspada, Ini Bahaya Tersembunyi Mengonsumsi Kafein Berlebihan Bagi Penderita Diabetes

Jumat, 05 November 2021 – 09:02 WIB
Kopi. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - SIAPA yang tidak suka minuman minuman yang mengandung kafein setiap hari.

Kafein yang terkandung dalam kopi atau teh diketahui bisa meningkatkan stamina seseorang.

BACA JUGA: 3 Menu Sarapan Sehat Ini Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Bagi orang sehat, mengonsumsi hingga 400 miligram kafein sehari tampaknya tidak berbahaya.

Namun, bagi penderita diabetes, kafein bisa memengaruhi kadar gula darah (glukosa) atau membuat mereka lebih sulit untuk mengontrolnya.

BACA JUGA: 4 Manfaat Sehat Hidup Bebas Kafein

Studi menunjukkan kafein bisa meningkatkan kadar gula darah dan insulin bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2.

Dalam satu penelitian, peneliti mengamati pasien diabetes tipe 2 yang mengonsumsi pil kafein 250 miligram saat sarapan dan satu lagi saat makan siang (ini sama dengan minum dua cangkir kopi setiap kali makan).

BACA JUGA: 4 Buah Tinggi Gula yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

Kadar gula darah pasien naik 8 persen pada hari-hari ketika mereka mengonsumsi kafein dibandingkan dengan hari-hari tanpa kafein.

Para peneliti mengatakan kafein bisa memengaruhi bagaimana tubuh Anda merespon insulin, hormon yang membantu tubuh mengubah gula darah (glukosa) menjadi energi.

Menurut laman Thehealthsite, kafein bisa menurunkan sensitivitas insulin, yaitu seberapa responsif sel-sel tubuh Anda terhadap insulin.

Ketika sel-sel tidak bereaksi secara normal terhadap hormon yang dibuat tubuh, maka sel tersebut tidak bisa menyerap gula dari darah Anda sebanyak dulu.

Gula darah Anda naik setelah makan, dan ketika kadar glukosa darah naik, pankreas membuat lebih banyak insulin.

Inilah alasan mengapa Anda memiliki kadar insulin yang lebih tinggi setelah makan.

Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif dan pankreas Anda tidak mampu mengimbangi insulin yang cukup.

Jadi, jika Anda menderita diabetes tipe 2, konsumsi kafein bisa membuat kamu lebih sulit mengontrol kadar gula darah.

Seiring waktu, ini bisa menyebabkan kadar gula darah terlalu tinggi dan meningkatkan risiko komplikasi lain, seperti kerusakan saraf atau penyakit jantung.

Ada beberapa teori tentang bagaimana kafein memengaruhi insulin dan kadar gula darah Anda.

Salah satu faktor yang bisa terjadi , menurut para ahli, adalah kafein meningkatkan kadar hormon stres tertentu, seperti epinefrin (juga disebut adrenalin).

Hal ini pada gilirannya mencegah sel memproses gula secara efektif serta mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi insulin yang cukup.

Teori lain menunjukkan kafein memblokir protein yang disebut adenosin, yang memainkan peran kunci dalam berapa banyak insulin yang dibuat tubuh serta bagaimana sel-sel Anda meresponsnya.

Ini berarti jika adenosin tidak melakukan tugasnya dengan baik, penyerapan gula dari darah melambat.

Selain itu, terlalu banyak kafein bisa membuat Anda tetap terjaga di malam hari dan kurang tidur bisa menurunkan sensitivitas insulin Anda.

Jika Anda menderita diabetes, hanya mengonsumsi sekitar 200 miligram kafein bisa memengaruhi gula darah Anda.

Ini adalah jumlah kafein yang Anda dapatkan dalam sekitar satu atau dua cangkir kopi yang diseduh atau tiga atau empat cangkir teh hitam.

Ini berarti kopi hitam adalah pilihan yang lebih baik untuk penderita diabetes.

Namun, orang yang berbeda bisa bereaksi secara berbeda, tergantung pada faktor-faktor tertentu seperti usia, berat badan, dan berapa banyak kafein yang biasanya dikonsumsi.

Jika Anda menderita diabetes tetapi harus mengonsumsi secangkir kopi di pagi hari, para ahli menyarankan untuk minum kopi tanpa kafein.

Ini akan membantu Anda mendapatkan manfaat dari senyawa lain dalam kopi seperti magnesium, kromium dan polifenol tanpa memengaruhi sensitivitas insulin.

Beberapa penelitian menunjukkan antioksidan dalam kopi bisa membantu mengurangi peradangan pada sistem tubuh dan menurunkan kemungkinan Anda terkena diabetes tipe 2 sejak awal.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler