Waspada Kerusakan Mata Akibat Sinar Biru pada Gadget, Ini Penjelasannya

Kamis, 15 Oktober 2020 – 06:34 WIB
Ilustrasi bermain ponsel. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - SETIAP 15 Oktober diperingati sebagai Hari Penglihatan Sedunia. Dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia ini, dr. Sawitri Boengas, Sp.M. dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) mewanti-wanti bahayanya sinar biru dari gadget yang biasa kita pakai.

Gadget saat ini memang memang tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Mulai bangun tidur sampai akan tidur lagi, seolah tak bisa lepas dari gadget.

BACA JUGA: 7 Kiat Menjaga Kesehatan Mata Anak selama Sekolah Online

Namun, tahukah jika memakai gadget dalam waktu yang terlalu lama bisa berdampak negatif. Terutama untuk mata.

Dokter Sawitri Boengas, Sp.M. Sawitri menjelaskan gadget selalu memancarkan sinar biru karena berfungsi untuk menerangi layar selama digunakan.

BACA JUGA: 7 Cara Mencegah Kerusakan Mata Saat Bermain Gadget

Sinar biru ini ternyata mempunyai dampak negatif jika terpapar berlebihan. Tidak hanya berpengaruh pada kondisi mata, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh yang lain.

“Jika berkaitan dengan penglihatan, dalam kehidupan ini ada sinar ultraviolet (UV) dan panjang gelombang yang berbeda-beda. Panjang gelombang itu ada yang memiliki efek radiasi dan ada yang tidak," ucap dr. Sawitri.

BACA JUGA: Tips Mengatasi Mual di mobil Akibat Main Gadget

Menurutnya, setiap lapisan mata manusia sebenarnya sudah memiliki daya untuk menetralisir, tetapi tergantung dari panjang gelombang, jenis sinar, dan intensitas atau lamanya paparan sinar yang bisa berpengaruh pada kondisi mata.

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Katolik Vincentius A Paulo Surabaya ini menjelaskan, jika dalam ilmu kesehatan mata, paparan sinar biru tergolong sebagai high-energy visible light (HEV light).

"Umumnya paparan sinar biru dengan panjang gelombang antara 300 hingga 400 nm masih bisa menembus kornea serta diabsorpsi oleh iris dan pupil. Namun, jika panjang gelombang antara 415 hingga 455 nm memiliki resiko lebih berbahaya dan bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan,"jelasnya.

Selain gadget, sumber alami terbesar dari jenis ini adalah matahari. Berbeda dengan paparan sinar dari gadget, sinar biru matahari dapat meningkatkan suasana hati atau perasaan bahagia seseorang.

Dr. Sawitri menyampaikan jika paparan sinar biru berlebih dapat menimbulkan resiko seseorang terkena degenerasi makula, glaukoma dan penyakit retina degeneratif.

“Semua paparan sinar biru yang berlebihan memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan mata. Seperti pada kornea yang dapat menyebabkan mata relatif kering, objek yang dilihat menjadi ganda (double), dan sukar melihat objek dari jarak dekat. Jika pada retina dapat menyebabkan kerusakan sel fotoreseptor, barrier pembuluh darah retina terganggu, dan adanya stress injury yaitu kerusakan oksidatif pada retina. Sedangkan pada lensa dapat menyebabkan katarak lebih cepat,” terangnya.

Tambahnya, bagi penguna gadget atau komputer dengan waktu yang lama bisa mengakibatkan terjadinya kelelahan mata atau disebut Computer Vision Syndrome (CVS). Paparan sinar biru yang berlebih di malam hari juga menyebabkan penurunan produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur seseorang.

"Tanpa disadari paparan sinar biru itu menurunkan produksi hormon melatonin. Akhirnya mereka menjadi sulit untuk tidur. Sebaiknya kita tidak bermain gadget dua jam sebelum tidur agar mata bisa beristirahat dan tidur menjadi berkualitas,” pungkasnya. (ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler