Willy-Wahyudi Diserang Isu SARA, PDIP Kerahkan Ganjar dan Risma

Sabtu, 23 Januari 2016 – 13:03 WIB

jpnn.com - JAKARTA - PDI Perjuangan berupaya mengerahkan seluruh potensinya untuk bisa memenangkan pasangan Willy M Joseph-Wahyudi K Anwar dalam pemilihan kepala daerah Kalimantan Tengah pada Rabu (27/1) depan. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu bertekad bisa mengulangi kesuksesan saat mengantar kadernya, Agustin Teras Narang menjadi gubernur Kalteng selama dua periode bertutur-turut.

Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, partainya mengedepankan semangat gotong royong untuk bisa memenangi pilkada Kalteng. Karenanya kader-kader PDIP dari luar daerah pun dikerahkan demi mendukung Willy-Wahyudi.

BACA JUGA: MK Putuskan Penghitungan Ulang, Dua Paslon Sama-sama Optimistis

Beberapa kader PDIP yang akan dikerahkan ke Kalteng antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan bekas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dua kader moncer di PDIP itu akan turun langsung ke masyarakat Kalteng untuk membujuk pemilih.

"Kami memang menerjunkan kader-kader terbaik kami ke sana (Kalteng, red). Ini sebagai wujud semangat gotong-royong yang menjadi filosofi PDI Perjuangan,” kata HAsto melalui layanan pesan singkat, Sabtu (23/1).

BACA JUGA: Kalah di MK, Pasangan SAH Legowo dan Move On

Rencananya, Ganjar, Risma beberapa kepala daerah dan anggota DPR dari PDIP akan menyapa warga Kalteng besok (24/1). Ganjar akan mendatangi warga asal Jateng yang kini bermukim di Kalteng.

BACA JUGA: Politikus Golkar Desak DPR Bentuk Pansus Freeport

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Demikian pula dengan Risma. Rencananya, ia akan menemui warga asal Surabaya dan Jawa Timur yang kini tinggal di provinsi dengan ibu kota di Palangkaraya itu.  “Bagi masyarakat Kalimantan Tengah tak perlu heran kalau tiba-tiba kepala daerah di kampung halaman mereka tiba-tiba blusukan di pasar-pasar atau menyapa pemilih di wilayah pedalaman," ujar Hasto.

Menurutnya, PDIP harus semakin gigih menjaring dukungan pemilih di Kalteng. Sebab, serangan dan kampanye negatif ke Willy-Wahyudi semakin gencar.

Serangan ke Willy-Wahyudi yang membuat PDIP waswas adalah masalah suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) serta ancaman politik uang. "Kami harap turunnya mereka (Risma Cs, red) mampu melawan politik uang, penggunaan isu SARA dan intimidasi yang mewarnai hari-hari terakhir menuju pemungutan suara," pungkasnya.(ara/JPG)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Bamsoet untuk Agung Laksono, Kalau Tak Datang Itu Deritamu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler