Wisatawan Serbu Lembang

Senin, 30 Desember 2013 – 06:51 WIB

jpnn.com - LEMBANG-Jelang tahun baru ditambah libur sekolah panjang, membuat akses jalan menuju Lembang dipadati kendaraan.

Berdasarkan pantauan, kendaraan yang melintasi sepanjang jalan menuju dan dari Lembang merupakan kendaraan luar daerah dan didominasi oleh kendaraan plat B.

BACA JUGA: 28 Pesawat Gagal Mendarat di Kualanamu

Puluhan ribu tersebut mayoritas menuju sejumlah kawasan objek wisata di kawasan Lembang dan sekitarnya. Libur panjang sekolah, natal dan tahun baru ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur. Mereka yang berasal dari berbagai daerah datang secara bergelombang ke kawasan Lembang untuk berekreasi ke sejumlah objek wisata.

Banyaknya kendaraan wisatawan yang datang menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan di Lembang terutama dari arah Bandung menuju Lembang. Kemacetan atau antrean kendaraan bahkan mengular belasan kilometer hingga ke kawasan Setiabudi dan Ledeng di Kota Bandung.

BACA JUGA: 1.500 Pengurus PNPM Harus Mundur Karena Nyaleg

Sejumlah lokasi objek wisata di kawasan Lembang yang menjadi tujuan wisata favorit para wisatawan diantaranya Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu, Maribaya, Floating Market, Tahu Lembang, Taman Bunga Cihideung, Grafika Cikole, Tree Top, Bumi Perkemahan Cikole dan objek wisata lainnya.

"Di Lembang hampir semuanya ada. Tempat wisatanya banyak, udaranya juga sangat sejuk. Pokoknya cocok banget untuk liburan keluarga," Dodi Setiadi,45, salah seorang wisatawan ketika diwawancarai, Minggu (29/12).

BACA JUGA: Bocah Penderita Gizi Buruk Akhirnya Meninggal

Meski sering terjebak kemacetan cukup parah setiap kali libur panjang, ia mengaku tidak pernah kapok untuk datang ke Lembang. Hanya saja, agar kemacetan tidak terlalu parah, ia berharap agar pihak kepolisian maupun dishub dapat menempatkan banyak personel di lapangan guna mengatur arus lalu lintas.

Koordinator pencatatan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Priatna, mengatakan kepadatan arus kendaraan di kawasan Lembang memang sangat luar biasa. Hal itu, kata dia, disebabkan karena di kawasan Lembang terdapat banyak lokasi objek wisata yang menjadi tujuan masyarakat untuk berekreasi. Akibatnya, puluhan ribu kendaraan tumplek di kawasan Lembang sehingga kemcetan tak terhindarkan.

"Mayoritas kendaraan yang melintas adalah kendaraan wisatawan dengan tujuan objek-objek wisata di kawasan Lembang," ujar Ahmad.

Menurutnya, empat hari terakhir, tepatnya setelah Natal, kendaraan yang memasuki Lembang mengalami kenaikan yang signifikan. Dikatakannya,semenjak natal, kendaraan yang masuk ke Lembang tiap harinya bertambah hingga 100 persen.

"Semenjak natal, memang jumlah kendaraan terus meningkat. Kenaikan tiap hari mobil pribadi rata-rata 100 persen, roda dua 40-60 persen," terangnya.

Kendaraan yang memasuki Lembang tersebut, didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi dari luar daerah. Bahkan, jumlahnya hingga puluhan ribu. Dipaparkannya, pada Sabtu (28/12) lalu, jumlah kendaraan yang terhitung memasuki Lembang dari pagi hingga pukul 20.00 mencapai 44.079 kendaraan.

"Kalau untuk hari ini (kemarin,red), belum dihitung, tapi peningkatannya cukup besar. Dari penghitungan pada pagi hari dari pukul 09.00-10.00, kendaraan yang melintas dari arah selatan (Bandung,red) menuju Utara (Lembang,red) tercatat 1.868 kendaraan, sementara dari arah Utara menuju selatan ada 2.219 kendaraan," kata Ahmad yang mengatakan penjumlahan dilakukan tiap satu jam satu kali.

Berdasarkan penghitungan dari pukul 15.00-16.00 kendaraan dari arah Selatan menuju utara tercatat ada 1.971 kendaraan dari arah sebaliknya, tercatat 1.868 kendaraan yang melintas.

"Kenaikan jumlah kendaraan menyebabkan Lalin di Lembang menjadi sangat padat, terlebih di beberapa tempat wisata banyak kendaraan keluar masuk yang menyebabkan arus menjadi tersendat," paparnya.

Pada minggu (29/12) peningkatan kendaraan merupakan yang terbesar. Kendaraan yang melaju di Lembang, terpantau mengular puluhan kilo meter. Dari arah Bandung, antrian kendaraan dimulai dari jalan Stiabudi hingga Lembang, dari arah sebaliknya, antrian kendaraan dimulai dari Cikole hingga Stiabudi.

"Untuk saat ini, pihak kepolisian memberlakukan buka tutup di depan Grand Hotel tiap 10 menit," kata Ahmad yang memperkirakan sampai tahun baru akan ada kenaikan kendaraan yang masuk di Lembang. (mld)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenhub Ambil Alih Pemeriksaan 23 Satpol PP Ngada


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler