Wisatawan Tiongkok Banjiri Manado

Rabu, 14 Desember 2016 – 10:54 WIB
Ilustrasi: Radar Bali/JPG

jpnn.com - MANADO – Baru setengah berjalan, program wisata North Sulawesi Christmas Festival sudah bersiap-siap menutup tahun 2016 dengan happy ending. Puluhan even menarik yang digelar sebulan penuh itu terbukti menyedot banyak wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara.

Daya beli masyarakat ikut terangkat. Ekonomi lokal di Sulut pun ikut bangkit dan berkembang pesat.

BACA JUGA: Ckckck...Tujuh Siswa SMP Terindikasi Pakai Narkoba

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut Gubernur Sulut Olly Dondokambey punya CEO commitment yang patut diacungi jempol. Sebab, CEO commitment yang kuat dari kepala daerah sangat penting dalam mendongkrak kepariwisataan.

“CEO Commitmen Gubernur Olly Dondokambey patut diacungi dua jempol. Hanya komitmen gubernur dan bupati yang kuat, yang bisa mengubah wajah daerahnya menjadi destinasi wisata kelas dunia. Peran pimpinan daerah itu paling besar dibandingkan dengan seluruh 14 pilar dan empat main pilar di WTTCI (World Tourism and Travel Competitiveness Indext, red) itu. Dan itu terbukti di Manado,” kata Arief.

BACA JUGA: Smart Pete-Pete, Cara Wali Kota Makassar Atasi Macet

Sampai-sampai, Presiden Joko Widodo berniat hadir dalam peringatan Natal dan Tahun Baru 2016 di Manado. Presiden juga sudah berkali-kali ke Manado, bahkan sampai berjalan-jalan ke mal membeli sepatu produk lokal, sekaligus mengecek seberapa siap ibu kota Provinsi Sulut itu dalam menerima lebih banyak wisatawan mancanegara.

Presiden sangat paham bahwa turis China hobi belanja, makan atau kuliner dan pantai-pantai.  

BACA JUGA: GMKI Minta Warga Tidak Terprovokasi

Akhir tahun 2015 lalu, Presiden Joko Widodo mengajak Menpar Arief Yahya keliling Raja Ampat di Papua Barat untuk melihat keindahan landscape dan bawah laut yang paling bagus di dunia versi CNN itu. Sebelumnya, merayakan Natal Nasional di Larantuka, NTT sekaligus menengok Labuan Bajo, Komodo. Tahun ini di Danau Toba Sumatera Utara dan Manado Sulut.

Program wisata North Sulawesi Christmas Festival memang diburu banyak wisatawan. Sensasi merayakan Natal di daerah tropis ternyata disukai wisatawan nusantara ataupun wisman.

Santa Claus Anak, Opening Christmas Festival dan konser musik yang digelar 4 Desember 2016 di Manado pun diserbu ribuan wisatawan. Wisman Tiongkok yang belakangan rajin pelesiran ke Sulawesi Utara, ataupun wisman Korea hingga wisman Jepang tak ragu ikutan nimbrung di tengah acara.

Christmas Chess pada 7-8 Desember juga diburu wisnus dan wisman. Begitu juga dengan Choir Competition pada  9-10 Desember 2016  di Mantos.

Ada pula Golden Memories Battle pada 9-10 Desember di Marina Plaza juga tak kalah hebohnya. Begitu juga dengan Fashion On The Street, 10 Desember 2016 serta  1st Anniversari Damn! I Love Indonesia di Manado yang menghadirkan owner Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta dan Artis Fero Walandouw.

“Kota Manado penuh lautan manusia. Sangat terasa dampaknya di pasar dan industri pariwisata," terang Kadispar Sulawesi Utara Happy Korah, Selasa (13/12).

Geliat ekonomi Sulawesi Utara dari pariwisata memang terlihat sangat bergairah. Pertumbuhan ekonomi (PE) Sulut pada triwulan tiga menyentuh angka 6,01 persen. Walau berada di bawah PE Sulawesi Selatan (7,9 persen), namun angka tersebut melampau PE nasional yang hanya 5 persen. 

Korah yakin, pada triwulan empat, ekonomi Sulut masih akan merangkak naik hingga menyentuh 6,6 persen. “Pendorong utamanya ya pariwisata. Kami jadi makin semangat karena dampak dari even yang kami gelar berimbas sangat positif. Semua semakin jelas, makin terarah, dan terukur,” ungkapnya.

Saat ini, masih ada Lomba Musik Kolintang yang bisa dinikmati 14 Desember 2016 di Cafe Pirates. Ada juga Lomba Musik Bambu, 15 Desember 2016 (Cafe Pirates), Christmas Band Competition, 16-17 Desember 2016 (Marina Plaza), Parade Kendaraan Hias, 17 Desember 2016, (Kota Manado), Christmas Vocal Group Competition, 18 Desember 2016 (Marina Plaza), Festival Maengket dan Kabasaran 19-20 Desember 2016 (Marina Plaza), Christmas Masamper Competiton, 22 Desember 2016 (Marina Plaza), serta Pohon Natal Terbesar, 28 Desember 2016 (Megamas).

Lanjutan event lainnya yang heboh adalah Kue Natal terbesar pada 28 Desember 2016 di Megamas, Pawai Santa dan Malaikat Natal pada 28 Desember 2016 di Mantos, Ibadah Natal Nasional pada 28 Desember 2016 di Lapangan Maesa Tondano, Christmas Theatre pada 28,29,30 Desember di Cafe Pirates, serta Christmas Horse Sport dan Roda Sapi pada 29-30 Desember 2016 di Paniki.  Semua even tadi akan diakhiri dengan Malam Old and New, 31 Desember 2016 di Marina Plaza.

 “Silahkan datang. Kami siap menyambut setiap tamu dengan layanan terbaik,” ungkap Korah.

Untuk penyambutan tamu yang ingin merasakan sensasi Natal di daerah tropis, layanan Sulawesi Utara memang tak perlu diragukan lagi. Sepanjang 2016 ini, 40.000-an wisman yang berkunjung ke Sulut memang mengacungkan dua jempol untuk daerah yang juga dijuluki Provinsi Nyiur Melambai itu.

Tak heran, pada Desember 2016 ini, hampir 100 persen hotel dan resort di seluruh Sulawesi Utara sudah fully booked hingga akhir tahun. “Suasananya sudah hampir mendekati Christmas in the Tropic di Singapura. Pengalaman merayakan Natal di daerah tropis ternyata banyak disukai wisman Tiongkok serta wisatawan dari daerah dingin dan bersalju seperti Korea dan Jepang,” jelas Korah.

Dia optimistis agenda ini akan menarik sekitar 10.000 wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Imbasnya, ekonomi Sulawesi Utara pun akan tumbuh. “Kalau kita kalkulasi, setiap wisatawan kira-kira menghabiskan Rp 4 juta saat berada di sini. Berarti even ini akan menghasilkan keuntungan Rp 40 miliar. Tentu jumlah yang besar ini akan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulut.Hotel, rental mobil, pertanian, industri makanan, UMKM, semua akan terkena dampaknya,” ungkapnya.(adv/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratusan Pengangkut Sampah Mengamuk, Kantor Dinas Remuk


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler