Wow! Kunci Jawaban Unas Dibanderol Rp 200 Ribu

Jumat, 10 April 2015 – 05:57 WIB
Naskah ujian nasional saat tiba di Polresta Mojokerto, Kamis (9/4). Foto: Sofan/ Radar Mojokerto

jpnn.com -  

MOJOKERTO - Ada oknum guru dari salah satu SMA negeri di Kota Mojokerto yang dilaporkan sengaja bergerilya menawarkan bocoran jawaban atau kunci ujian nasional (unas) SMA/SMK  kepada para siswanya.

BACA JUGA: Jelang UN, Ini Pesan Menteri Anies pada Siswa dan Orang Tua

 

’’Ada orang tua siswa salah satu SMAN yang melaporkan bahwa anaknya ditawari gurunya bocoran jawaban unas seharga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,’’ kata Sulistyo, ketua Dewan Pendidikan Kota Mojokerto, Kamis (9/4).

BACA JUGA: Begini Prosedur Ujian Nasional di Lapas

Menurut dia, meski unas tidak lagi menentukan kelulusan siswa, orang tua tetap waswas jika nilai anaknya jelek. Apalagi, jika si anak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, nilai unas tetap dibutuhkan. ’’Makanya, tetap ada siswa yang mau beli. Apalagi, yang menawari gurunya,’’ tuturnya.

Namun, Sulistyo mengaku belum memiliki bukti-bukti langsung terkait laporan tersebut. Bahkan, dia belum mengantongi nama guru yang menjual kunci jawaban itu.

BACA JUGA: Jelang UN Online, Ini Permintaan Mendikbud Pada PLN

’’Orang tua siswa yang mengadu tidak mau menyebutkan nama gurunya. Dia takut anaknya diintimidasi di sekolah,’’ terangnya.

Meski begitu, pihaknya akan tetap berupaya melakukan investigasi terhadap laporan tersebut. Dia menyebut guru yang menjual jawaban unas itu justru bisa menghancurkan sekolahnya.

’’Karena kelulusan ditentukan sekolah, sekarang yang menentukan mutu sekolah adalah sekolah itu sendiri. Jika siswa dapat nilai unas bagus, tetapi saat tes masuk perguruan tinggi negeri tidak lolos, mutu sekolah yang sesungguhnya akan kelihatan,’’ ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Hariyanto menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki. ’’Itu murni pidana. Jika memang ada guru yang menjual kunci jawaban itu, akan kita serahkan untuk diproses di kepolisian,’’ katanya.

Dia beralasan guru tersebut telah membocorkan rahasia negara. ’’Kasus di Lamongan tahun lalu saja bisa diproses meskipun tidak ada motif ekonomi. Apalagi, ini ada motif ekonominya,’’ jelas dia.

Dia juga mengecam guru yang menjual kunci jawaban tersebut. ’’Itu jelas guru yang tidak bermoral karena tega menjerumuskan siswa,’’ kritiknya. Dengan menjual kunci jawaban kepada siswa, dia mengajari anak didiknya untuk berbuat curang dan menghalalkan segala cara.

Kemarin naskah unas mulai tiba di Polresta Mojokerto. Hari ini naskah akan dipilah sesuai sekolah masing-masing. Kemudian, pagi, saat pelaksanaan unas, setiap sekolah mengambil naskah sesuai jatah masing-masing ke Polresta Mojokerto.

Dalam perkembangan terpisah, dugaan adanya bocoran jawaban di kota membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto cepat mengantisipasi. Kadispendik Yoko Priyono memastikan tak ada kebocoran soal unas di wilayahnya. ’’Kebocoran soal di Kabupaten Mojokerto kita pastikan tidak ada. Pengamanannya sangat ketat,’’ kata Yoko kemarin.

Kemarin naskah diambil dari percetakan dengan dikawal polisi. Begitu sampai, naskah langsung disimpan di Polres Mojokerto. ’’Tempat penyimpanannya pun digembok dan dijaga,’’ ucapnya.

Hari ini pemilahan naskah sesuai sekolah masing-masing dilakukan. Selanjutnya, mulai besok naskah dikirim ke polsek. Lalu, Minggu (12/4) semua naskah dipastikan sudah berada di polsek-polsek. Senin depan (13/4), saat pelaksaan unas, sekolah mengambil naskah ke polsek.

Yoko mengimbau siswa agar tidak terpengaruh isu kunci jawaban yang mungkin beredar menjelang unas. ’’Kalau ada pihak-pihak yang menawari kunci jawaban, jangan dipercaya. Itu pasti bohong,’’ tegasnya. ’’Bocoran jawaban juga untuk apa? Sebab, sekarang ini unas hanya untuk pemetaan. Yang menentukan lulus tidaknya siswa adalah murni sekolah,’’ paparnya.

Setiap tahun isu bocoran kunci jawaban unas memang selalu muncul. Pada 2009 dan 2013 ada kunci jawaban soal unas SMA yang diduga beredar di Mojokerto. Sejumlah wartawan sempat melihat peserta unas di salah satu SMA membawa potongan kertas berisi kunci jawaban.

’’Tahun lalu unas di Kabupaten Mojokerto kondusif dan tak ada bocoran. Tahun ini kita pastikan juga demikian,’’ ujar Yoko. (jif/yr/JPNN/c10/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Distribusi Naskah Beres, UN Siap Digelar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler