Ya Ampun! Motif Pembunuhan Pasutri Itu karena Sakit Hati Utang Ditagih

Selasa, 29 November 2016 – 10:21 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - JAMBI - Jajaran Polres Muarojambi telah meringkus pelaku pembunuhan pasangan suami istri M Nazir Al Jupri (52) dan Sumiah (42) di Bima.

Pembunuh bayaran itu kini dalam perjalanan menuju ke Jambi.

BACA JUGA: Pasutri Tauke Pakan Ikan Itu Dihabisi Pembunuh Bayaran

Kasat Reskrim Polres Muarojambi, AKP Andreas, mengatakan, pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi sakit hati. 

Menurut Andreas, Mr X dendam karena sakit hati utangnya ditagih korban. 

BACA JUGA: Hasil Kejahatan Dihabiskan untuk Beli Narkoba

“Dia punya hutang Rp 70 juta pada Nazir,” katanya kepada Jambi Independent. 

Selain itu, Nazir juga mengancam akan melaporkannya ke polisi, jika tak segera membayar utangnya.

BACA JUGA: Aniaya Anak Sendiri Hingga Tewas, Pasutri Terancam 15 Tahun Bui

Kesal karena dikejar-kejar utang, akhirnya Mr X ini memerintahkan S untuk menghabisi nyawa pasutri ini. 

Lucunya, S mendapat imbalan yang nilainya nyaris sama dengan utang sebesar Rp 65 juta.

Meski begitu, polisi belum mau percaya begitu saja dengan pengakuan S. 

Ditambah lagi, Mr X saat ini belum mengakui perbuatannya. Ini karena masih banyak yang harus dicocokkan, antara pengakuan S dengan hasil interogasi Mr X.

Menurut S kepada polisi, Mr X rela mengeluarkan uang Rp 65 juta untuk menghabisi nyawa pasutri yang dikenal dermawan itu, daripada harus membayar utang sebesar Rp 70 juta.

“Ini yang sepertinya masih harus ditelusuri,” bebernya.

Mr X telah ditangkap dengan kasus narkoba. Hasil tes urinenya positif.

Rencananya, penyelidikan S nantinya akan dilakukan di Polres Muarojambi atau Polsek Jaluko. Dalam kasus ini, Polda Jambi hanya bersifat backup.

Peristiwa nahas ini baru diketahui Minggu (20/11) lalu sekira pukul 08.00. Jasad pasutri itu ditemukan M. 

Awalnya, keduanya tak bisa dihubungi melalui ponselnya.

M lantas mengecek ke rumah toko (ruko) tempat keduanya tinggal sekaligus tempat usaha mereka. Saat diperiksa di dalam, keduanya sudah tak bernyawa.

Samiah ditemukan sudah tewas dengan luka gorok di leher, di lantai satu. Sementara Nazir sudah tewas di tempat tidur kamar lantai 2, dengan kondisi kepala pecah.(rib/mui/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengaku Polisi Ternyata Begal, Nyaris Dibakar Massa...Mewek Deh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler