Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Aksi Sosial Srikandi BRI untuk Peringati Ultah Bank Kebanggan Negeri

Minggu, 27 Desember 2020 – 14:55 WIB
Aksi Sosial Srikandi BRI untuk Peringati Ultah Bank Kebanggan Negeri - JPNN.COM
Komunitas Srikandi BRI kembali menginisiasi aksi sosial dalam menyambut dan memeriahkan HUT Bank BRI ke-125, yang dirayakan pada 16 Desember lalu. Foto dok Srikandi BRI

jpnn.com, JAKARTA - Komunitas Srikandi BRI kembali menginisiasi aksi sosial dalam menyambut dan memeriahkan HUT Bank BRI ke-125, yang dirayakan pada 16 Desember lalu.

Para Srikandi dari bank kebanggaan negeri ini melaksanakan aksi peduli lingkungan, yang digelar dalam rangkaian Program Gerakan 400 Lobang Resapan (Biopori) dan Bank Sampah di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (27/12).

Dengan menggandeng Yayasan Pulo Kambing, Srikandi BRI ingin mendorong terwujudnya lingkungan hijau yang layak bagi masyarakat dengan membuat area resapan air dan bank sampah.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangkaian perayaan HUT Bank BRI 125 Tahun dengan memberikan aksi nyata bagi lingkungan. Salah satunya dengan membuat sumur resapan atau biopori agar dapat mengurangi dampak banjir yang mungkin ditimbulkan ketika hujan di area DKI Jakarta, khusunya Jakarta Timur," ujar Ketua Srikandi BRI Retno W. Wijayanti

Dalam kegiatan tersebut Srikandi BRI juga melibatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan wilayah tempat tinggal mereka.

Tujuannya yakni untuk mencegah terjadinya banjir ketika musim hujan melanda.

Salah satunya dengan menyuluh masyarakat untuk memilah, membuang dan mengurangi sampah yang dapat berdampak langsung terhadap lingkungan.

“Srikandi BRI juga memberikan perhatian kepada aspek pembuangan sampah rumah tangga di wilayah ini, dengan memberikan penyuluhan kepada warga untuk memilah sampah dan membuangnya ke tempat yang benar, yakni di pembuangan sampah yang telah disediakan. Selain itu, masyarakat juga harus mengurangi penggunaan bahan plstik yang merusak lingkungan,“ ungkap Retno.