Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Anak Berpotensi Jadi Korban saat Orang Tua Memaksakan Mudik

Selasa, 04 Mei 2021 – 14:57 WIB
Anak Berpotensi Jadi Korban saat Orang Tua Memaksakan Mudik - JPNN.COM
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyoroti potensi anak yang dirugikan, saat orang tua tetap memaksakan mudik meskipun telah dilarang pemerintah. Ilustrasi: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyoroti adanya potensi anak dirugikan, saat orang tua tetap memaksakan mudik meskipun telah dilarang pemerintah.

Larangan mudik diketahui berlaku dari 6 hingga 17 Mei 2021. Pemerintah telah menggelar sosialisasi atas kebijakan untuk menekan penularan Covid-19 itu.

Menurut Jasra, kebijakan larangan mudik tidak mengurungkan sebagian keluarga kembali ke kampung halaman. Beberapa keluarga memanfaatkan waktu lebih awal untuk mudik sebelum dilarang. 

"Kami mengingatkan kemungkinan pelanggaran yang dapat menempatkan anak-anak dalam situasi tidak nyaman, karena perjalanan panjang," kata Jasra dalam keterangan persnya, Selasa (4/5).

Menurut pria Sumatra Barat itu, imbas memaksakan mudik meski sudah dilarang yaitu melakukan isolasi mandiri setibanya di daerah tujuan.

Hanya saja, kata Jasra, beberapa lokasi isolasi mandiri tidak representatif untuk anak. Beberapa cenderung angker yang sebenarnya ditujukan agar pemudik tidak kembali ke kampung halaman.

"Jangan sampai berdampak psikologis dan fisik pada bayi dan anak-anak," ujar eks Wakil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat.

Di sisi lain, Jasra berharap pemerintah dan swasta bisa berkonsolidasi menyikapi larangan mudik ini. Misalnya pemerintah dan swasta menghadirkan cerita dan hiburan sehingga anak dan keluarga betah di rumah.