Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Bambang Brodjonegoro: Tenaga Coding Makin Dibutuhkan

Jumat, 29 November 2019 – 10:08 WIB
Bambang Brodjonegoro: Tenaga Coding Makin Dibutuhkan - JPNN.COM
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: Humas Kemenristek/BRIN for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia saat ini perlu menambah jumlah tenaga ahli di bidang coding.

Menurut Bambang, peran tenaga coding sangat vital untuk mengembangkan industri digital dalam negeri.

"Kalau memang kebutuhan dari market (pasar) mengindikasikan kurangnya SDM unggul, Indonesia yang mempunyai kemampuan coding perlu didorong,” ujarnya saat menjadi Pembicara Kunci pada acara Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 di Jakarta, Kamis (28/11).

Bambang menuturkan kebutuhan tenaga ahli coding makin meningkat seiring dengan pertumbuhan positif industri digital dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini beberapa perusahaan startup digital masih menggunakan programmer dari negara lain.

Tantangan yang harus segera dipenuhi adalah diperlukannya SDM unggul Indonesia, sebagai tenaga ahli coding berkualitas, sehingga mampu memenuhi kebutuhan jumlah programmers bagi industri digital dalam negeri maupun untuk bersaing di tingkat global.

Menurut Menristek Bambang Brodjonegoro, masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial, perlu beradaptasi maksimal menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0. Untuk itu diperlukan upaya masif dan terstruktur, baik dari pemerintah maupun pihak swasta untuk mengenalkan sistem coding ke seluruh lapisan masyarakat dan memberi pendidikan dan atau melatih SDM unggul untuk menguasainya.

“Yang penting harus ada pemahaman bahwa pelatihan (kursus) coding harus menjadi lebih massal, karena saat ini Indonesia masih kekurangan SDM unggul dibidang ini. Padahal tenaga ahli coding sangat penting bagi sustainability perusahaan digital. Kami meyakini bahwa Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lain dalam menghadapi revolusi industri ke-4, jika generasi millenials mampu mengadopsi dan menguasai teknologi 4IR yang sedang berkembang,” kata Menteri Bambang.

Menteri Bambang menambahkan, saat ini Kemenristek/BRIN tengah merancang berbagai skema untuk melahirkan lebih banyak tenaga ahli coding di Indonesia. Salah satu pendekatan yang akan digunakan adalah kursus atau pelatihan 'coding massal yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

loading...