Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Catatan Ketua MPR RI:  Setahun Mengelola Krisis, Membangun Optimisme

Oleh: Bambang Soesatyo

Rabu, 24 Februari 2021 – 14:54 WIB
Catatan Ketua MPR RI:  Setahun Mengelola Krisis, Membangun Optimisme - JPNN.COM
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - DINAMIKA kehidupan tahun 2021 ini harus lebih baik dibandingkan tahun 2020.

Inilah ambisi atau target pemerintah kendati disadari bahwa semua elemen masyarakat masih harus ambil bagian atau proaktif mengelola krisis kesehatan dan resesi ekonomi.

Tahun ini, pemerintah telah bertekad dan menargetkan bisa mengendalikan penularan Covid-19. Tak hanya itu, perekonomian nasional pun akan diupayakan bisa kembali tumbuh positif.

Kedua target ini tentu saja tidak mudah. Namun, dengan mematok target itu, pemerintah secara tidak langsung mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus memupuk optimisme, kendati ancaman yang bersumber dari pandemi global Covd-19 masih menghadirkan ketidakpastian sepanjang 2021 ini.

Sejumlah kalangan menilai target pemerintah itu sebagai tidak realistis. Penilaian seperti ini tidak perlu dipersoalkan.

Terpenting bagi semua orang adalah sebuah target harus ditetapkan ketika kehidupan sekarang ini masih berselimut krisis kesehatan dan resesi ekonomi.

Sebab, dengan berpatokan pada target itulah pemerintah bersama masyarakat bisa merumuskan cara dan strategi mengelola krisis kesehatan dan resesi ekonomi.

Sekitar tiga pekan ke depan atau awal Maret 2021, tepat setahun masyarakat Indonesia bergulat melawan dan berupaya meredam penularan Covid-19.

Ketika penularan Covid-19 di dalam negeri berakselerasi, masyarakat harus menghadapi kenyataan tentang perekonomian nasional yang masuk zona resesi.

Dinamika kehidupan semua komunitas benar-benar tidak nyaman, karena semua orang tanpa terkecuali, merasakan langsung ekses dari berlarut-larutnya krisis kesehatan dan resesi ekonomi itu.

Akal budi semua komunitas tergerak untuk tidak tinggal diam dalam cengkeraman dua masalah itu.

Merespons pandemi Covid-19, sudah sejak Maret 2020 diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang kemudian berlanjut dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat hingga PPKM berbasis mikro sekarang ini.