Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Di Tengah Pandemi, Startup Infradigital Dapatkan Pendanaan Seri A

Sabtu, 27 Juni 2020 – 17:12 WIB
Di Tengah Pandemi, Startup Infradigital Dapatkan Pendanaan Seri A - JPNN.COM
Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com - InfraDigital hari ini mengumumkan pendanaan Seri A dengan besaran yang tidak diumumkan dari investor AppWorks. Startup ini membantu Lembaga Pendidikan untuk memulai transformasi digital mereka dengan mendigitalkan data siswa dan keuangan, mengotomasi proses operasional, dan memfasilitasi pembayaran uang sekolah secara online ataupun offline.

Investasi ini merupakan pendanaan lanjutan setelah Seed Series mereka pada awal tahun lalu. InfraDigital kini aktif di 12 provinsi di Indonesia dan telah digunakan lebih dari 350 Lembaga Pendidikan dan 165.000 siswa, dari Sumatera Utara sampai ke Sulawesi Selatan.

InfraDigital merupakan inovator di belakang ‘Jaringan IDN’, yang merupakan jaringan pembayaran untuk Lembaga Pendidikan yang dibangun bersama startup dan retail besar seperti Gojek, Tokopedia, LinkAja, Blibli, Alfamart, Indomaret dan berbagai macam provider pembayaran lainnya dalam rangka membantu Lembaga Pendidikan dalam memudahkan pembayaran sumbangan Pendidikan baik secara online maupun offline.

Edtech memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia, seraya meningkatkan penghasilan dan standar hidup 50 juta siswa kedepannya. Sayangnya, pada kenyataannya sebagian besar Lembaga Pendidikan masih belum dapat melakukan pendataan data primer siswa secara digital dan seringkali tidak memiliki alat yang tepat untuk manajemen dan perencanaan keuangan yang baik. Tingginya biaya teknologi juga berkontribusi dalam menghambat akses ke teknologi digital, terutama untuk sekolah, madrasah, dan pondok pesantren di daerah pedesaan yang seringkali bermasalah karena terbatasnya sumber daya.

InfraDigital telah secara aktif membantu sekolah untuk mengatasi hal tersebut, dengan menargetkan dua area yang paling berdampak bagi yayasan pendidikan yaitu keuangan dan transparansi data. Melalui platformnya, sekolah dapat bertransisi dari tunai ke non-tunai, dan dalam beberapa kasus dapat meningkatkan  pendapatan Lembaga Pendidikan hingga 16%. Dengan InfraDigital, pemilik lembaga pendidikan diberikan visibilitas penuh ke dalam kesehatan keuangan operasional organisasi mereka, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas dan menciptakan pengalaman belajar siswa yang lebih baik tanpa kendala operasional.

Sejak didirikan pada tahun 2018, solusi InfraDigital telah diadopsi secara luas di daerah kota, kabupaten hingga daerah pedesaan. Banyak sekolah mengakui ini pertama kalinya mereka merasakan digitalisasi data dan keuangan. “Misi kami adalah membantu Lembaga Pendidikan di Indonesia menciptakan pengalaman yang baik untuk siswa melalui teknologi. Baik itu dalam hal memfasilitasi pembayaran online atau mempermudah operasional sekolah. Kami dapat membantu sekolah merangkul digitalisasi dengan mudah. Saat ini fokus kami pada pembangunan infrastruktur dasar sehingga pada akhirnya kami dapat memberikan lebih banyak pelayanan digitalisasi, untuk semua pihak yang terlibat dalam Pendidikan termasuk didalamnya administrator, guru, siswa, dan orang tua. Infrastruktur dasar ini sangat penting dalam menjembatani ketimpangan yang tumbuh antara sekolah-sekolah terpencil dengan sekolah-sekolah di perkotaan, serta memastikan semua siswa diberikan pendidikan yang berkualitas terlepas dari status sosial ekonomi mereka” ucap  Indah Maryani, Co-Founder InfraDigital.

Berita tentang pendanaan tiba pada puncak COVID-19, dimana pandemi menyebabkan banyak sekolah menutup kegiatan operasionalnya  dan memaksa mereka untuk beralih ke arah pendidikan online. InfraDigital bergerak cepat untuk membantu sekolah pada awal pandemi, menggratiskan biaya platform pembayaran online mereka dan menambahkan layanan PPDB / PMB (pendaftaran siswa/mahasiswa online) gratis di tengah kondisi sekolah yang harus tutup selama pandemi.

“Pandemi sebenarnya telah mendorong banyak lembaga pendidikan untuk menilai kembali proses manual yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan mengeksplorasi opsi digital yang dapat mengoptimalkan kerja dan biaya. Sejak awal krisis, kami telah melihat banyak permintaan untuk membantu di berbagai bidang manajemen sekolah, termasuk pendaftaran siswa online, pembayaran, dan fungsi administrasi digital lainnya," kata Indah.

loading...