Gawat... Oknum Polisi Polda Disebut Bekingi Massa Penyerang
Gara-Gara Rebutan Lahan Parkir, Empat Kelompok Bentrokjpnn.com - BATAM KOTA - Empat kelompok massa terlibat bentrok di depan Morning Bakery (MB) Kawasan Greenland, Batamcenter, Jumat (25/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga bentrok terjadi karena rebutan lahan parkir di MB.
Kuat dugaan juga adanya oknum polisi Polda membekingi massa untuk menyerang. Suasana tenang pengunjung MB tiba-tiba terganggu dengan kedatangan sekelompok massa siang itu.
Salah satu diantara mereka meminta sekuriti MB mencopot spanduk "parkir gratis" yang diikat di depan resto tersebut. Namun sekuriti tersebut menolak dengan alasan tak ada perintah dari manajemen MB.
Tak berapa lama, sekelompok massa dari pihak lainnya juga mendatangi lokasi. Kedua belah pihak sempat adu mulut hingga berujung adu fisik. Karena kalah jumlah, massa yang pertama datang langsung mundur, setelah dikejar broti oleh massa kedua. Aksi tersebut sempat membuat sejumlah pengunjung ketakutan.
Bahkan beberapa pengunjung memilih pergi dari tempat tersebut. Berselang beberapa saat, puluhan polisi langsung mengamankan lokasi. Mereka tampak mengumpulkan broti yang bertebaran di jalanan dan mengamankan lokasi.
"Tadi ada massa yang datang, dan bawa surat pengantar dari RW yang meminta spanduk parkir ini dicopot. Namun saya tak buka karena belum ada perintah dari manajemen," terang Jueri, sekuriti MB seperti dikutip dari Batam Pos (JPNN Group), Jumat.
Sementara itu, Obi mengklaim lahan parkir di depan MB itu merupakan wilayah kekuasaanya bersama dua kelompok lain yakni kelompok Purba dan Tiger. Beberapa waktu lalu pihaknya sempat membuat surat permohonan untuk mengambil parkir di MB dan disetujui manajemen. Namun karena belum adanya izin dari Dinas Perhubungan, manajemen meminta mereka untuk sementara waktu tak memunggut parkir.
"Kami diminta untuk tak ambil parkir sampai adanya izin. Eh, pas kami tak disini, ada kelompok lain bernama Flori mengklaim tempat ini milik mereka. Dan mereka mengaku sudah dapat izin dari RW. Padahal sebelumnya mereka tak ada," jelas Obi.