Gozco Akuisisi 30 Ribu Hektare Lahan
Untuk Kembangkan Bisnis SawitKamis, 19 Juni 2008 – 11:54 WIB
Emiten yang melantai di bursa dengan kode perdagangan GZCO itu bakal mengakuisisi sekitar 30 ribu hektare lahan sawit di sejumlah daerah di Pulau Kalimantan. Proses akuisisi tersebut tengah berjalan. "Sekarang masih dalam proses due dilligence," ujar Direktur Gozco Kreisna D. Gozali.
Perseroan menargetkan, akuisisi tersebut tuntas tahun ini agar konsentrasi ekspansi Gozco bisa beralih ke hal lainnya. "Semoga bisa selesai dalam beberapa bulan lagi," tutur Kreisna.
Gozco, sambung dia, masih memiliki sejumlah rencana ekspansi lainnya untuk memanfaatkan booming komoditas yang sedang dan diprediksi akan terus terjadi di pasar internasional. Sayang, Kreisna enggan menjelaskan lebih detil tentang rencana ekspansi perseroan berikutnya. "Nanti pasti saya kabari," ujarnya.
Ke depan, bisnis CPO ini masih akan tetap prospektif. Perseroan optimistis kinerja finansial mereka akan semakin mengkilat seiring menanjaknya harga CPO, mengikuti lonjakan harga minyak mentah dunia. Sampai akhir tahun, harga CPO diramal bakal menembus USD 850 per ton.
Pasar internasional masih banyak membutuhkan komoditas tersebut. Indonesia, sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, harus memanfaatkan momentum menarik itu. Pada 2007 kekurangan pasokan CPO di pasar global mencapai 700 ribu ton. ”Akuisisi lahan juga dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi kami agar bisa terus berekspansi,” ujarnya. Saat ini, kapasitas produksi GZCO mencapai 45 ton tandan buah segar per jam. Itu akan ditingkatkan menjadi 95 ton per jam pada tahun ini.
Gozco beroperasi lewat lima anak perusahaannya. Yaitu, PT Suryabumi Agrolanggeng, PT Golden Blossom, PT Bumi Mas Indo Sawit, PT Cahya Vidi, dan PT Pemdas Agro. Kreisna menambahkan, saat ini Gozco mempunyai perkebunan yang sudah ditanami seluas 13 ribu hektare. Perseroan masih memiliki cadangan lahan 47 ribu hektare, sehingga total lahan yang dimiliki Gozco 60 ribu hektare. (eri)