Junaedy, Anggota TNI Ini Bisa Hasilkan Miliaran Rupiah
Junaedy tak sungkan untuk berbagi pengalaman. Sebab ia pun belajar dari pengalaman orang lain. Dan hasilnya pun sangat memuaskan. Sebab selain bisa membantu perekonomian keluarganya, ia juga dapat membantu perekonomian warga sekitar.
Bertani cabai membutuhkan keuletan dan keberanian besar. Perawatannya pun tak mudah dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Salah satunya yang paling sederhana, yakni potongan bambu penyanggah cabai.
Penyanggah bambu tersebut dibeli seharga Rp 400 per biji. Jika dikalkulasikan dengan 1,5 hektare, ia membutuhkan dana kurang lebih Rp 150 juta untuk bambu saja.
Namun hasil tak mengkhianati usaha. Cabai yang dipanen pun memanen rupiah yang tak sedikit. Tanaman cabai tersebut dapat tembus hingga 4,7 miliar. Hal ini jika dikalkulasikan dengan harga Rp 50 ribu per kilogramnya. "Jika dengan harga sekarang ini bisa dua kali lipatnya,” jelas Junaedy.
Junaedy pun memiliki pasar tersendiri, selain pasar lokal di NTB. Hasil panen cabainya diborong oleh pedagang luar daerah bahkan hingga ke luar negeri, seperti Australia.
“Ini akan menjadi rezeki buat keluarga saya dan masyarakat di desa ini,” tandasnya.(*/r5/fri/jpnn)