Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kekurangan Guru Masalah Serius, Hasil Seleksi PPPK Dibiarkan Saja, Aneh

Senin, 11 Mei 2020 – 06:29 WIB
Kekurangan Guru Masalah Serius, Hasil Seleksi PPPK Dibiarkan Saja, Aneh - JPNN.COM
Guru dan siswa. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengungkapkan, masalah kekurangan guru sebenarnya tidak akan terjadi bila pemerintah konsisten melakukan rekrutmen tenaga pendidik.

Setiap tahunnya, ada guru PNS yang pensiun tetapi rekrutmen tidak dilakukan. Hasilnya, tenaga pendidik kurang dan daerah terpaksa merekrut guru honorer.

"Kalau dipukul rata, memang kita kekurangan guru. Kekurangan guru ini akan membesar dalam lima tahun ke depan," kata Satriwan kepada JPNN.com, Senin (11/5).

Yang perlu dipertanyakan, bagaimana strategi pemerintah itu untuk mengantisipasi lonjakan kekurangan guru ini, misalnya untuk tahun 2022.

Tahun 2022, ada 86.650 guru yang akan pensiun. Ini angka yang cukup besar. Kalau dibiarkan jumlahnya akan terus membesar sehingga bisa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Guru SMA salah satu sekolah swasta di Jakarta Timur ini mengatakan, masalah itu bisa diatasi bila pemerintah memaksimalkan alokasi untuk guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Selama ini pemerintah abai terhadap guru honorer K2 yang sudah lulus PPPK hasil rekrutmen Februari 2019.

"Sudah setahun lebih mereka terombang-ambing nasibnya kan. Ada 34.954 guru honorer K2 yang sudah tes PPPK 2019, tetapi sampai sekarang mereka belum ditempatkan. Belum ada SK dan belum ada apa-apa," ujarnya.

loading...