Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Keluarga Pasien Mengamuk, Dokter Dianiaya, Diancam Dihabisi

Senin, 17 Desember 2018 – 03:45 WIB
Keluarga Pasien Mengamuk, Dokter Dianiaya, Diancam Dihabisi - JPNN.COM

jpnn.com, MURATARA - Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rupit, Muratara, Sumsel, mendadak mencekam lantaran keluarga salah seorang pasien tiba-tiba mengamuk.

Sejumlah paramedis yang tengah memberikan pelayanan mendapat ancaman dari mereka. Bahkan ada dokter dan sopir ambulans rumah sakit yang dianiaya.

Informasinya, warga yang mengamuk berinisial Wan, 30, warga Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Hari itu, dia ikut mengantar kakaknya yang sakit ke RSUD Rupit. Pasien lalu ditempatkan di ruang UGD oleh petugas. Merasa menunggu lama dan menilai pelayanan lambat, Wan dan empat orang keluarganya marah.

Mereka berteriak-teriak dan menggebrak meja.
Wan menghampiri dr Wiyoga yang piket jaga. Dia lalu memukul persis ke arah wajah sang dokter. Walau berusaha ditepis, tapi tetap saja bibir korban terluka. Empat keluarganya yang lain ikut-ikutan. Mereka mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan mengancam akan membunuh semua petugas medis yang tengah bertugas saat itu.

Keributan itu disaksikan puluhan pasang mata. Sopir mobil ambulans RSUD Rupit, Haryono, mencoba menenangkan para pelaku. “Sabar, sabar, sabar,” ujarnya. Namun, dia malah ikut jadi sasaran amuk keempat pelaku.

Haryono dipukuli hingga luka robek di bibir. Cekcok mulut terjadi selama beberapa waktu hingga akhirnya para pelaku keluar dan pergi meninggalkan RSUD Rupit.

Marudin, warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, yang kebetulan ada di lokasi saat kejadian mengaku sempat melihat aksi itu. Dia mengatakan, tidak seharusnya keluarga pasien itu menyerang dan melukai petugas medis yang sedang melakukan pelayanan. “Itu akibat emosi masyarakat yang tak paham dan sabar. Padahal kalau bertanya baik-baik pasti dilayani baik juga,” katanya.

loading...