Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kementerian BUMN Dipuji Bisa Menyatukan Semen Gresik dengan 6 BUMDes

Jumat, 10 April 2020 – 19:19 WIB
Kementerian BUMN Dipuji Bisa Menyatukan Semen Gresik dengan 6 BUMDes - JPNN.COM
Ilustrasi. Warga di Rembang meminta agar pembangunan pabrik semen dilanjutkan. Foto Ist

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi kerja cepat Kementerian BUMN dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar Pabrik Rembang, melalui pendirian perusahaan patungan antara Semen Gresik (SG) dan enam PT BUMDes.

Hal ini sejalan dengan program strategi Pemerintah Provinsi Jawa tengah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Sejak hari pertama Pak Erick Thohir menjabat, beliau menanyakan tentang Semen Rembang dan partisipasi masyarakat. Saya apresiasi kerja cepat BUMN,” ungkap Ganjar.

Perusahaan patungan ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Pabrik Rembang, yang mencakup pembangunan ekonomi desa, peningkatan pendidikan dan pengembangan infrastruktur.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir juga mengatakan, model kolaborasi yang baik antara BUMN dengan masyarakat sekitar merupakan win-win solution dan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.

“Sebaliknya, masyarakat juga mendapat manfaat dari kehadiran BUMN untuk peningkatan kesejahteraan dan kemandirian mereka. Community Development model baru ini lebih sustainable dan dapat menjadi percontohan bagi BUMN lain,” kata Erick dalam keterangan tertulis, Jum’at (10/4)

Perjanjian kerja sama pendirian perusahaan patungan ditandatangani oleh Direktur Utama Semen Gresik, Muhammad Saifudin dengan masing-masing Direktur Utama PT BUMDes di Rembang pada hari Kamis (9/4) lalu.

Penandatanganan juga dihadiri oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz dan disaksikan melalui video conference oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, dan Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso. (mg9/jpnn)

loading...