Mengemis di Perempatan Jalan demi Membeli Bolpoin
Kamis, 27 Mei 2010 – 15:31 WIB
Dia meminta agar perusahaan milik grup Bakrie itu membayar ganti rugi Rp 57 miliar. Kalkulasi itu berdasar nilai harta bendanya yang tenggelam bersama lumpur. Antara lain, tanah di pinggir Jalan Raya Porong seluas 4,8 hektare beserta bangunan di atasnya. Pria yang dikenal dengan sebutan Johny Osaka itu juga tidak sempat menyelamatkan mesin-mesinnya. Termasuk bahan baku usaha, baik kayu maupun rotan dan hasil produksi yang belum dipasarkan. "Hampir semuanya terendam di sana (lumpur)," katanya.
Namun, dia sangat terkejut ketika Lapindo Brantas Inc hanya mau membayar Rp 21 miliar. Hitungan itu, menurut dia, adalah hasil taksiran berdasar mekanisme business to business (B to B). Meski demikian, dia menolaknya karena tidak setimpal dengan kerugian yang diderita.
Saat ini dia tetap berupaya mendirikan bendera PT Osaka. Meski tidak sebesar dulu, kini sebuah pabrik pembuatan cat didirikan di Jalan Raya Ngaban, Tanggulangin. Dengan modal dari simpanannya, dia menumpang usaha di tempat saudaranya. Tujuannya hanya satu. "Biar PT Osaka tidak dianggap tenggelam sehingga kewajiban ganti rugi gugur," ucapnya. Meski, entah kapan ganti rugi itu dibayarkan. (sha/eko/c2/kum)