Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Menko PMK Sebut Banyak Rumah Sakit di Kediri Kekurangan Fasilitas Penanganan COVID-19

Minggu, 20 September 2020 – 12:18 WIB
Menko PMK Sebut Banyak Rumah Sakit di Kediri Kekurangan Fasilitas Penanganan COVID-19 - JPNN.COM
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau fasilitas penanganan COVID-19 di RSUD Kab Kediri. foto Humas Kemenko PMK

jpnn.com, KEDIRI - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tujuannya mengecek ketersedian fasilitas penanganan COVID-19 di RSUD Kabupaten Kediri.

"Saya melihat fasilitas yang harus dipenuhi RS rujukan. Salah satunya adalah laboratorium PCR untuk menguji spesimen dari penderita COVID-19," ujar Muhadjir saat kunjungannya, Sabtu (19/9).

Lebih lanjut, Menko Muhadjir mendapatkan laporan dari pihak RSUD bahwa ketersediaan alat tes PCR dan perangkat tes sekali pakai yang dikirimkan dari pusat belum cukup memadai. Dia mengatakan, pihak RSUD menyiasatinya dengan melakukan pengadaan sendiri.

Menurut Muhadjir, hal yang dilakukan RSUD Kediri bukanlah masalah asalkan dengan pertanggungjawaban dalam pengadaannya. Justru itu suatu terobosan.

"Saya kira daerah harus inisiatif kalau memang fasilitas yang turun dari pemerintah pusat belum memadai sebaiknya ada upaya-upaya sendiri dari pihak daerah," ucapnya.

Dia juga mendukung, terutama pembelian peralatan baru, PCR baru yang kapasitasnya lebih besar. Juga bahan habis pakai yang diperlukan agar lebih tersedia.

Meskipun belum cukup memadai, tetapi menurutnya, adanya alat tes PCR di RSUD Kediri sudah sangat membantu dalam pengetesan. "Dengan adanya PCR yang sekarang itu, Kabupaten Kediri tidak perlu mengirim sample ke Surabaya, tetapi cukup di sini. Namun, kapasitasnya di sini itu belum memadai," ujarnya.

Muhadjir mengatakan, laporan yang dia terima berupa kekurangan alat-alat pendukung penanganan COVID-19 serta mesin PCR akan dibawa ke Jakarta dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah pusat dalam penanganan COVID-19.

loading...