NFA Serukan Kolaborasi Lintas Sektoral Penanganan Food Waste
Kelompok yang menjadi sumber pangan potensi food waste ini digerakan oleh asosiasi yang menghimpun para pelaku usaha tersebut.
Sedangkan kelompok yang berperan sebagai Food Hub atau Penggiat Food Waste terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non-Governmental Organization (NGO) yang memiliki kepedulian dan fokus pada penanganan food waste dan pengentasan kerawanan pangan.
“Kelompok ini berperan menerima, mengolah, dan mendistribusikan makanan layak konsumsi yang disalurkan dari donator pangan,” ujarnya.
Adapun, Kelompok Sasaran meliputi keluarga rawan pangan, anak-anak, lansia, panti asuhan, serta masyarakat umum yang rentan mengalami kerawanan pangan dan gizi.
Arief menjelaskan peran pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait bersifat mengkoordinasikan, menetapkan kebijakan, dan mempromosikan pemanfaatan pangan yang berpotensi food waste sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular.
Arief menekankan para pihak yang masuk dalam skema pengelolaan food waste ini harus duduk bersama, menyamakan visi dan semangat agar alur pengelolaan bersifat berkelanjutan.
“Maka dari itu, dalam momentum Hari Kesadaran Internasional Pemborosan Pangan ini kami mengundang seluruh pihak terkait dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk menguatkan kembali komitmen dalam mengurangi food waste,” ujarnya.
Sebelumnya NFA telah menjalankan skema pengelolaan food waste melalui sinergi antara NFA, Sarinah, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), dan Surplus Foundation.