Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Ogah Diisolasi, Pasien COVID-19 Melarikan Diri, Heboh

Senin, 19 Oktober 2020 – 01:56 WIB
Ogah Diisolasi, Pasien COVID-19 Melarikan Diri, Heboh - JPNN.COM
Petugas kesehatan bersama prajurit TNI dan Polri bersiap melakukan penjemputan terhadap SB (43) seorang pasien posiitif COVID-19 di kawasan Desa Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Aceh setelah sebelumnya dua kali berhasil kabur dari rumah sakit, Senin (28/9/2020) petang. ANTARA/HO-Humas Dinkes Nagan Raya

jpnn.com, SUKA MAKMUE - Seorang pasien berstatus probable COVID-19 bernama Fatani, warga Desa Ujong Krueng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh melarikan diri dari ruang rawat di RSUD Sultan Iskandar Muda, Nagan Raya, Aceh saat akan dirawat di ruang isolasi.

Saat kabur, pasien ini juga turut membawa catatan rekam medis (status) yang memuat diagnosa medis terhadap penyakit yang ia derita.

“Jadi, pasien ini kabur saat mau dipindahkan ke ruang khusus dari ruang rawat umum di rumah sakit,” kata Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nagan Raya, Aceh, dr Rosida Hanum Spesialis Penyakit Paru yang dikonfirmasi ANTARA, Ahad malam di Suka Makmue.

Menurutnya, pasien bernama Fatani nekat kabur dari ruang perawatan rumah sakit karena diduga tidak bersedia dirawat di ruang isolasi khusus pasien COVID-19.

Padahal, sesuai hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap pasien tersebut, kata dokter Rosida Hanum, pasien ini diduga memiliki gejala (probable) COVID-19, sehingga penanganan medis harus dilakukan di ruang khusus.

Karena pasien berhasil kabur, pihaknya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Aceh termasuk kepada pihak TNI agar dilakukan pencarian kepada pasien.

Apalagi saat melarikan diri, pasien juga membawa serta catatan rekam medis dari rumah sakit setempat.

“Saat ditemui tim, pasiennya tidak mau kembali ke rumah sakit, kami tidak bisa mengintervensi pasien karena itu adalah hak pasien ketika berada di luar rumah sakit,” kata dokter Rosida Hanum menuturkan.

loading...