Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Pakar Beber Pemicu Ular Kobra Masuk Rumah Warga

Rabu, 18 Desember 2019 – 19:13 WIB
Pakar Beber Pemicu Ular Kobra Masuk Rumah Warga - JPNN.COM
Ular sendok jawa atau kobra jawa (Naja sputatrix) yang ditangkap warga di Perum Tata Lestari, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jabar, Senin (16/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp

jpnn.com, PURWOKERTO - Belakangan marak kejadian ular kobra masuk ke rumah warga. Akademisi dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto IGA Ayu Ratna Puspitasari mengatakan, salah satu penyebab ular masuk rumah warga karena habitat asli satwa itu di alam banyak berkurang.

"Karena habitat alaminya banyak yang hilang, ular akan mencari habitat lain yang lebih hangat, sayangnya, biasanya adalah pemukiman warga," katanya di Purwokerto, Rabu (18/12).

Ahli herpetologi Unsoed itu, menjelaskan musim hujan memang biasanya menjadi musim menetas ular kobra.

"Biasanya bulan September-November. Namun karena musim penghujan juga agak mundur, jadinya booming sekarang," katanya.

Staf Laboratorium Taksonomi Hewan, Bagian Zoologi, Fakultas Biologi, Unsoed itu, juga mengatakan ular sebenarnya merupakan predator alami tikus, sehingga pada umumnya sering ditemukan di area persawahan atau kebun, dan hidup di dalam lubang-lubang yang dibuat tikus.

"Beberapa tahun terakhir, saya melihat ada beberapa sawah dan kebun telah berubah fungsi sebagai pemukiman sehingga ular jadi banyak ditemukan, bahkan bersarang, di area pemukiman warga," katanya.

Dikatakan, ular merupakan hewan berdarah dingin yang tidak dapat membuat panas tubuh sendiri, sehingga secara alami akan mencari tempat yang lebih hangat, kering, dan juga lembab.

"Karena ular alaminya suka daerah yang lembab sehingga biasanya ditemukan di semak atau tumpukan barang, sementara jika musim penghujan cenderung mencari daerah yang kering dan rumah warga biasanya lebih hangat dan kering, dan ada banyak mangsa alami ular, yaitu tikus," katanya.

loading...