Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

PBB pun Minta Pak Jokowi Membuat Kebijakan Lockdown

Jumat, 27 Maret 2020 – 21:37 WIB
PBB pun Minta Pak Jokowi Membuat Kebijakan Lockdown - JPNN.COM
Presiden Jokowi Foto: Biro Pers Sekretariat Negara

jpnn.com, JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) meminta Presiden Jokowi mengambil kebijakan lockdown atau karantina wilayah guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19).

"Dua minggu yang lalu melalui ketua umum kami Prof Yusril Ihza Mahendra, kami juga sudah menyampaikan dan mendesak agar segera dilakukan lockdown guna menekan penyebaran dan guna menghentikan penyebaran virus ini sesegera mungkin," kata Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PBB Randy Bagasyudha melalui keterangan tertulisnya yang dilansir Antara, Jumat (27/3).

PBB juga sejak 21 Februari 2020 telah mencoba mengingatkan secara dini kepada pemerintah melalui kegiatan salat hajat dan seminar nasional bekerja sama dengan rumah sakit dan Universitas YARSI Jakarta Pusat mengenai bahaya COVID-19 dan langkah-langkah penanganannya.

Hal tersebut, lanjut dia, bukan untuk pencitraan atau hal-hal sepele lainnya, melainkan semata-mata karena pihaknya mengetahui bagaimana bahaya dan begitu cepatnya virus tersebut akan menyebar di tengah-tengah masyarakat.

"Jika di negara yang lebih maju saja di Eropa mereka kewalahan, apalagi di tengah masyarakat yang tingkat kesadarannya cukup rendah. Lihatlah bagaimana masyarakat dengan tenangnya meramaikan daerah Puncak, sebagian menggunakannya untuk mudik dan pergi daerah wisata ketika kita galakkan work from home," tuturnya.

Ia menilai masyarakat belum memiliki kesadaran yang cukup untuk bisa secara mandiri ikut menyukseskan sebuah gerakan nasional dalam menghadapi wabah COVID-19.

"Perlu kebijakan secara struktural untuk benar-benar membatasi ruang gerak masyarakat demi membatasi penyebaran virus ini," ujar Randy.

Menurut dia, keengganan dan kelambanan membatasi ruang gerak masyarakat membuat pandemi tersebut kian menyebar, malah makin tidak terkendali karena mulai menyebar ke daerah-daerah lain di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

loading...