Pemandu Wisata Juara Kompetisi Inovasi Layanan Publik, Keren Banget

Kamis, 24 Oktober 2019 – 19:46 WIB
Pemandu Wisata Juara Kompetisi Inovasi Layanan Publik, Keren Banget - JPNN.COM
Dua pemandu wisata Hadi Widodo (kiri) dan Guntur Eka Prasetya memenangkan Competition of Public Sector Innovation (COPSI 1st) 2019. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com - Dua pemandu wisata, Hadi Widodo dan Guntur Eka Prasetya memenangkan Competition of Public Sector Innovation (COPSI 1st) 2019. Mereka terpilih berkat inovasi layanan publiknya yang sangat merakyat dan bisa diduplikasi daerah lain karena modalnya sangat kecil.

Pemandu Wisata Juara Kompetisi Inovasi Layanan Publik, Keren Banget

Hadi yang juga guru bahasa Inggris mengungkapkan, awal mula dirinya bersama Guntur mendirikan Omah Bahasa karena rasa prihatinnya terhadap kualitas pendidikan anak-anak di Yogyakarta khususnya perdesaan. Banyak anak-anak kalah bersaing untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri atau pun bekerja di perusahaan besar karena terkendala bahasa Inggris.

Dengan kemampuan bahasanya, dia dan Guntur menyisihkan uang hasil menjadi guide untuk membangun Omah Bahasa. Tadinya Omah Bahasa menyasar para remaja yang ingin bekerja di sektor pariwisata tetapi kemudian berkembang menyasar anak-anak SD.

"Waktu bikin Omah Bahasa ini saya sudah yakin akan besar efeknya. Apa lagi kami mengajarkan bahasa Inggris dengan metode sederhana, happy, singing, dan fun sehingga tanpa disadari anak-anak itu mereka sudah mempraktekkan bahasanya," terang Hadi usai dinobatkan sebagai pemenang dalam COPSI 1st 2019 di Kampus Universitas Terbuka, Kamis (24/10)

Ditambahkan Guntur yang lulusan Magister Hukum UGM, aplikasi Omah Bahasa untuk anak-anak kelas II SD belum lama dilakukan. Namun, dampaknya sudah terlihat. Tidak hanya si anak kelas II, adik, kakak, serta kedua orangtuanya pun ikut.

Mereka senang belajar bahasa Inggris karena metode pembelajarannya sangat santai. Bisa dilakukan di dalam kelas, di luar, langgar, musala, pinggir kali, dan lainnya.

"Cara main game enggak pake alat modern, cukup bisik-bisik, tebak-tebakan. Kalau di luar kelas, kami tempeli gambar yang ada tulisan bahasa Inggris," terangnya.

Selain itu, Hadi mengkombinasikan metode digital. Anak-anak diberikan pelajaran dengan menggunakan Smart TV yang sudah diisi program pembelajaran bahasa Inggris.

loading...