Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Pemerintah Diminta Ambil Kebijakan Tepat dan Cepat Hadapi Resesi

Selasa, 04 Agustus 2020 – 23:57 WIB
Pemerintah Diminta Ambil Kebijakan Tepat dan Cepat Hadapi Resesi - JPNN.COM
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah diminta mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang penularannya terus meningkat di Tanah Air.

"Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan resesi ekonomi sudah di depan mata. Bagaimana resesi ekonomi bisa diatasi, sangat bergantung pada ketepatan langkah yang diambil pemerintah," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8).

Di sisi lain, tegas Lestari, jumlah positif Covid-19 secara nasional saat ini terus bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 4 Agustus 2020 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia 1.922 orang, sehingga total positif Covid-19 menjadi 115.056 kasus.

Meski begitu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, tingkat kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, saat ini sangat rendah.

"Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19 merupakan tantangan yang juga harus segera diatasi Pemerintah di tengah ancaman resesi ekonomi," ujar Rerie.

Menurut Legislator Partai NasDem itu, sejumlah program untuk mengantisipasi resesi ekonomi sebagai dampak Covid-19, seperti upaya memperkuat daya beli dan konsumsi masyarakat lewat program bantuan langsung tunai (BLT), bantuan modal kepada UMKM dan sejumlah program bantuan lainnya, sudah disiapkan Pemerintah.

Berdasarkan catatan sejumlah pakar ekonomi, Legislator Partai NasDem itu mengungkapkan, dalam dua kuartal di tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. 

Kontraksi terjadi pada kuartal I 2020 di level 2,97%, terkoreksi tajam sebesar 2% jika dibandingkan dengan kuartal 4 tahun 2019. Pada kuartal II 2020 pertumbuhan diprediksi minus 4,3%, dan pada kuartal III 2020, sejumlah pakar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus.

loading...