Alexa Analytics

Pengumuman: Pak Kartono Sudah Tertangkap

Kamis, 27 Februari 2020 – 13:37 WIB
Pengumuman: Pak Kartono Sudah Tertangkap - JPNN.COM
Tim Tangkap Buronan menangkap terpidana kasus korupsi, Kartono (kanan). Foto: ANTARA/HO-Kejaksaan Agung

jpnn.com, JAKARTA - Tim Tabur Intelijen Kejaksaan Tinggi NTB berhasil menangkap terpidana kasus korupsi bernama Kartono, yang sebelumnya menjadi buronan Kejari Dompu di Lombok Utara.

"Buronan Kejari Dompu, Kartono, Direktur CV Pangesti Jaya Marine ditangkap di rumahnya di Desa Medana RT 03 RW 01 Tanjung Lombok Utara tanpa perlawanan‎. Penangkapan dilakukan oleh Tim Tabur Intelijen Kejati NTB kerja sama dengan Tim AMC Intelijen Kejagung," kata Hari Setiyono, melalui siaran pers, Kamis (27/2).

Kartono merupakan terpidana dalam perkara korupsi pengadaan kapal tangkap ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Tahun Anggaran 2006.

Kartono bersama dengan Iwan Iskandar, Mohammad Abdul Rojak, Arifin dan Raodah Ismail (diperiksa dalam perkara terpisah) telah mengerjakan proyek pengadaan dua unit kapal tangkap ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu TA 2006 dengan pagu anggaran sebesar Rp836.250.000.

"Terpidana selaku Direktur CV Pangesti Jaya Marine ditunjuk sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp759 juta. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor : 753/523/2006 tanggal 11 Oktober 2006 dengan masa kontrak selama 60 hari," kata Hari.

Setelah jangka waktu kontrak selesai dan dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Barang yaitu Mohammad A. Rajak, Arifin, Iwan Iskandar dan Raodah Ismail, dua unit kapal penangkap ikan dinyatakan sudah sesuai dengan spesifikasi kemudian diserahkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu untuk diserahkan kepada nelayan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan dua kapal tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga tidak dapat digunakan dan merugikan keuangan negara sebesar Rp690 juta.

Setelah proses sidang, ‎Pengadilan Negeri Dompu menyatakan Kartono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan primair.

loading...