Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Petugas di Mana? Tempat-tempat Wisata Ini Dibanjiri Pengunjung, Hati-hati jadi Klaster Covid-19

Jumat, 01 Januari 2021 – 19:54 WIB
Petugas di Mana? Tempat-tempat Wisata Ini Dibanjiri Pengunjung, Hati-hati jadi Klaster Covid-19 - JPNN.COM
Pengunjung memadati lokasi wisata Rumah Terbalik dan Kebun Strawberry Nikrisnally di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Juma (1/1). Foto: ANTARA/Nur Muhamad

jpnn.com, REJANG LEBONG - Hari libur Tahun Baru 2021 sejumlah lokasi wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dipadati pengunjung.

"Jumlah pengunjung yang datang hari ini sekitar 1.000-an orang, untuk yang dewasa dikenakan tiket masuk Rp10.000 per orang dan anak-anak Rp5.000 per orang," kata Didi, pengelola lokasi wisata Kebun Strawberry dan Rumah Terbalik Nikcrisnally di Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, Jumat (1/1).

Dia menjelaskan, lokasi wisata yang dikelola oleh kelompok keluarga itu semula adalah kebun strawberry petik sendiri yang didirikan enam bulan lalu, namun buah strawberry ini tidak berbuah setiap hari dan juga dipengaruhi musim sehingga ditambah dengan spot-spot baru guna menarik minat pengunjung datang.

"Kalau rumah terbalik ini baru dibuka sekitar satu minggu lalu atau akhir Desember 2020 kemarin, sedangkan untuk kebun strawberry di buka enam bulan lalu, karena buah strawberrynya belum berbuah sehingga mereka dikenakan biaya tiket masuk saja," terangnya.

Melihat animo masyarakat yang datang kelokasi ini cukup banyak pihaknya, kata dia, berencana membangun rumah terbalik yang bisa dimasuki pengunjung, sedangkan saat ini hanya bisa dijadikan lokasi berfoto saja namun konsep kebun strawberry tetap mereka pertahankan.

Sementara itu di tempat terpisah Ansory pengelola Danau Mas Harun Bestari (DMHB) mengatakan bahwa jumlah pengunjung yang masuk ke tempat wisata itu kali ini mengalami penurunan hingga 70 persen, hal ini akibat adanya pandemi COVID-19.

"Turun jauh dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 6.000-an orang, Tahun Baru kali ini paling banyak sekitar 1.000-an orang. Mereka ini ke sini selain menikmati pemandangan danau juga bisa naik tiga perahu wisata maupun bermain outbound," kata Ansory.

Guna mencegah penyebaran COVID-19 pihaknya selalu mengimbau pengunjung yang datang ke tempat itu untuk selalu menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kendati praktenya di lapangan tidak semua pengunjung mematuhinya.