Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

PT LIB Diminta Memaksimalkan Penundaan Kompetisi untuk Tekan Klub Segera Lunasi Utang

Senin, 16 Maret 2020 – 20:41 WIB
PT LIB Diminta Memaksimalkan Penundaan Kompetisi untuk Tekan Klub Segera Lunasi Utang - JPNN.COM
Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera (kanan). Foto: Amjad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kompetisi Liga 1 dan 2 2020 untuk sementara dihentikan karena kasus merebaknya Virus Corona. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) melihat momen istirahat kompetisi ini merupakan waktu yang tepat bagi klub untuk menyelesaikan tunggakan gaji pemain.

Sebelumnya, operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menawarkan skema untuk menyelesaikan masalah tunggakan gaji klub-klub Liga 2 yang selalu berulang setiap tahun. Ini untuk menunjukkan iktikad baik dari operator mendukung kompetisi yang menjaga agar sepak bola tetap di koridor profesional.

“Khusus bagi Liga 2 tahun 2020 Indonesia, BOPI berharap PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga, mempergunakan waktu penundaan kegiatan liga ini untuk menyelesaikan masalah penunggakan gaji klub peserta Liga 2 tahun 2020 kepada para pemain," demikian bunyi pernyataan BOPI yang ditandatangani oleh Ketua Umumnya, Richard Sam Bera.

Dengan iktikad baik PT LIB untuk segera menyelesaikan, maka BOPI juga bisa segera bersikap dan memberikan rekomendasi. Sebelumnya, PT LIB yang Dirutnya Cucu Somantri itu menabrak aturan dan tetap menjalankan kompetisi Liga 2 meski tanpa rekomendasi BOPI. Parahnya, Menpora Zainudin Amali juga datang membuka, yang berarti memaklumi dan mendukung klub yang punya permasalahan utang gaji berkompetisi.

"BOPI berharap PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga, mempergunakan waktu penundaan kegiatan liga ini untuk menyelesaikan masalah penunggakan gaji klub peserta Liga 2 tahun 2020 kepada para pemain. Sehingga Rekomendasi BOPI yang belum keluar dapat segera diterbitkan sebelum Liga 2 tahun 2020 dimulai kembali pada saat yang memungkinkan," lanjut pernyataan BOPI.

Sebelumnya, klub-klub yang masih bermasalah dan berutang gaji ialah Kalteng Putra FC, PSPS Pekanbaru Riau, Mitra Kukar, PSMS Medan, dan Perserang Serang. Kondisi ini merupakan sebuah kemunduran, karena sebelumnya, mekanisme pelunasan utang gaji selalu selesai sebelum kompetisi berjalan, entah kenapa di 2020 ini kembali ke zaman dulu.(dkk/jpnn)

loading...