Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Resmi Diluncurkan, Terrice Siap Bersaing dengan Beras Organik Impor

Sabtu, 19 Desember 2020 – 16:50 WIB
Resmi Diluncurkan, Terrice Siap Bersaing dengan Beras Organik Impor - JPNN.COM
Ilustrasi beras. Foto: Pixabay

“Dengan pemasaran yang baik atas produk beras organik ini, kami berharap nasib para petani seperti kami kian membaik,” kata Wayan Sudiana.

Direktur PT Meta Inti Duta Roni Pramaditia menyatakan rasa syukurnya atas peluncuran produk Terrice yang merupakan karya bersama dengan melibatkan banyak pihak. Peluncuran produk beras organik lokal ini merupakan tonggak penting upaya menyejahterakan petani produk organik di seluruh Indonesia.

Khusus untuk komoditas beras, pihaknya sudah melakukan pendampingan sejak tahun 2007 dengan sebaran lebih dari 10 provinsi, mulai dari Aceh Besar sampai Merauke.

Selain beras, PT Meta Inti Duta juga mengembangkan produk teh yang memiliki nilai historis yang tinggi karena kelompok usaha PT Meta Inti Duta juga mengelola lahan perkebunan yang pernah dibangun Belanda.

Sementara Direktur Utama KAYA Strategic Nita Kartikasari berharap masuknya produk “Terrice” dapat diapresiasi oleh konsumen di Indonesia. Peluncuran resmi “Terrice” ke pasar adalah upaya konkret untuk menjadikan produk pangan organik Indonesia yang terseleksi dengan baik untuk memiliki daya saing yang tinggi di pasar.

Jika selama ini produk organik Indonesia seperti tenggelam digempur merek asing, kini saatnya produk organik lokal juga bisa berjaya di pasar lokal dan bahkan juga internasional.

“Kami ingin muncul brand kebanggaan Indonesia dari hasil bumi dan produksi Indonesia, dengan kualitas bagus, harga yang baik, dan diserap dengan baik oleh pasar. Jika produk dan brand berkembang, maka hajat hidup petani organik Sangeh juga akan turut terangkat,” kata Nita.

Pasar beras organik di Indonesia dinilai amat potensial, terutama dengan penduduk Indonesia merupakan salah satu konsumsen beras per kapita yang terbesar di dunia. Khusus untuk produk pangan organik, pasar di Indonesia pun diprediksi kian meningkat, bahkan bisa berkembang 15-20 persen per tahunnya.