Sahari Gultom: PSMS Beruntung Dapatkan Kiper Timnas U-19
jpnn.com, MEDAN - Sahari Gultom mengaku senang kiper Timnas Indonesia U-19 Muhammad Adi Satrio resmi bergabung dengan PSMS Medan.
Pelatih Kiper PSMS itu mengaku manajemen mendatangkan Adi Satrio karena ada beberapa faktor. Kehadiran Adi Satrio di PSMS memang atas rekomendasinya.
“Anak ini aset bangsa dan bisa jadi aset PSMS juga. Apalagi, dia salah satu kandidat untuk Piala Dunia U-20. Dia ini pemain muda punya masa depan, dia mampu bersaing untuk di Liga 2,” jelasnya.
Ucok-sapaan akrabnya, mengatakan yang tak kalah penting adalah PSMS berhasil memenangkan perebutan Adi yang juga diminati banyak klub.
“Untuk mendapatkan dia, sebenarnya kita ini termasuk yang beruntung. Ada beberaa tim liga 1 yang menginginkan dia. Bahkan ada yang tawaran untuk dia trial di Spanyol tapi dia memilih PSMS, bersyukur juga kita,” ujarnya.
Pun, demikian, Ucok tak menampik hubungannya dengan Adi terbilang dekat sejak bersama di Timnas U-18. Ucok yang kala itu menjadi pelatih melatih Adi selama lima bulan.
“Dari AFF hingga kualifikasi aku pegang anak ini. Hubungan emosional saya sama dia, karena lima bulan di Timnas U-18 sama saya. Mungkin ini juga alasan dia mau ke PSMS,” lanjutnya.
Hanya saja, Ucok memastikan tidak ada istilah anak emas dalam tim yang digawanginya. “Enggak ada lah (anak emas). Semuanya berdasarkan kemampuan, apalagi Adi tahu karakter saya gimana, saya menempatkan orang-orang terbaik di tim. Intinya Adi harus tetap bersaing dan memberikan yang terbaik buat PSMS, kesempatan (untuk menjadi kiper utama) selalu terbuka buat siapa pun yang siap dan memberikan yang terbaik,” ungkapnya.