Tanpa Angpau
Oleh Dahlan IskanMengapa nanti malam tidak ke kampung orang tua?
"Sekarang saya ini kan pengurus partai. Saya harus tunduk pada peraturan partai. Untuk membatasi diri di tahun baru ini," katanya.
Demikian juga soal petasan. Ia tidak akan membunyikan petasan. Padahal budaya di sini seharusnya membunyikan petasan.
“Setelah pulang dari makan bersama orang tua, kami harus membunyikan petasan di depan pintu," katanya.
Itulah petasan 'tutup pintu'. Begitu rangkaian petasan meletus mereka masuk rumah. Tutup pintu. Lalu tidur. Petasan itu dimaksudkan agar roh-roh jahat tidak ikut masuk rumah.
Besok paginya, begitu bangun tidur, pekerjaan pertama adalah membuka pintu. Sambil meletakkan petasan di depan pintu. Untuk diletuskan pagi itu. Itulah petasan 'pembuka pintu'.
Sewaktu di Tiongkok, jam 10 pagi pun saya masih mendengar ada petasan meletus. Pertanda itu dari rumah yang bangunnya kesiangan.
Di Surabaya, saya menghubungi beberapa keluarga Tionghoa. Saya pun bertanya: bagaimana dengan acara makan malam di rumah orang tua nanti malam.