THR Lokasari akan Dihapus
Sebelumnya, sebagian besar kalangan anggota DPRD DKI Jakarta menganggap bahwa pengelolaan THR Lokasari tidak dilaksanakan secara profesional. Bahkan ditemukan kejanggalan perihal potensi penghasilan usaha di lokasi tersebut yang tidak sebanding dengan kontribusi ke PAD, yakni tak lebih dari Rp 500 juta. Padahal sejumlah penyewa kios mengaku telah diberlakukan kenaikan harga sewa mulai pasca lebaran tahun ini.
Berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI Jakarta, THR Lokasari hanya menyumbang ke PAD sebesar Rp 448 juta pada 2012. Kondisi itu hanya mengalami poeningkatan sedikit dibandingkan tahun 2011, yakni Rp 381 juta. Sedangkan di 2010 yang hanya Rp 340 juta, dan 2009 yang hanya Rp 287 juta. Angka penerimaan tersebut terbilang paling kecil jika dibandingkan BUMD lainnya yang bisa mencapai miliaran rupiah. (rul)