Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Wamenkes: Perkuat Tracing & Testing Agar Vaksinasi Covid-19 Berjalan Sukses

Selasa, 02 Maret 2021 – 23:11 WIB
Wamenkes: Perkuat Tracing & Testing Agar Vaksinasi Covid-19 Berjalan Sukses - JPNN.COM
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono disuntik vaksin COVID-19 di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Kamis (14/1/2021). (tangkapan layar)

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah akan melakukan penguatan sektor hulu penanganan pandemi Covid-19 dengan memperkuat peran Puskesmas sebagai ujung tombak dalam melakukan tracing dan testing.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Dante Saksono Harbuwono saat peringatan satu tahun pandemi Covid-19 bertajuk inovasi Indonesia untuk Indonesia pulih pascapandemi secara daring, Selasa (2/3).

"Kita harus melakukan berbagai macam hal untuk penguatan di hulu, antara lain dengan penguatan di Puskesmas sebagai sektor strategis yang paling dekat dengan masyarakat," kata Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

Pemerintah juga akan menggunakan tenaga tracer (pelacak) lebih banyak lagi, yakni sekitar 80-100 ribu orang. Mereka berasal dari unsur bintara pembina desa (Babinsa), Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta kader Puskesmas untuk membantu proses pelacakan kontak erat Covid (suspek) di masyarakat.

"Mereka akan mencari kontak erat orang yang belum terdiagnosis. Ini sangat penting karena dengan mengetahui sejak dini angka kematian bisa dikurangi," ujarnya.

Dante mengatakan kemampuan medis mengobati pasien Covid-19 dalam setahun ini sudah makin berkembang. Berbeda dengan pada awal-awal pandemi karena masih mencari-cari cara yang paling efektif membantu penyembuhan pasien terinfeksi virus Corona.

"Setahun yang lalu kita masih meraba-raba sehingga mortality rate sangat tinggi pada awal-awal pandemi," imbuhnya.

Pengalaman empiris saat menangani pasien membuat para dokter dan perawat kini sudah punya kemandirian melakukan pengobatan. Tenaga medis sudah memiliki guideline (pedoman), juknis, dan manajemen pengobatan sehingga angka kematian makin menurun.