Alexa Analytics

Wika Konsorsium Percepat Konstruksi Kercep Jakarta Bandung

Jumat, 26 Oktober 2018 – 14:42 WIB
Wika Konsorsium Percepat Konstruksi Kercep Jakarta Bandung - JPNN.COM
Wijaya Karya. Foto: Wika

jpnn.com, JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dibangun tanpa menggunakan government spending atau APBN, menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini ditandai dengan telah selesainya akuisisi lahan 113 km atau 80% dari total jalur KCJB sepanjang 142,3 km yang menghubungkan empat stasiun.

Keempat stasiun itu yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial.

Sejalan dengan itu, PT Wijaya Karya (Wika) yang tergabung dalam HSRCC (High Speed Railway Contractors Consortium) atau Konsorsium Kontraktor Pembangunan KCJB juga
telah menerima mandatori pekerjaan awal konstruksi dari PT KCIC, selaku pemilik proyek untuk lahan sepanjang 83,3 km dari lahan yang sudah diakusisi.

Direktur Utama WIKA, Tumiyana mengatakan, kurang dari satu semester sejak bergulirnya pencairan awal dari CDB ada April lalu, percepatan pekerjaan konstruksi KCJB terus menunjukkan grafik yang meningkat.

"Hingga pekan ke-tiga Oktober ini, WIKA yang tergabung dalam HSRCC telah menggarap tidak kurang dari 74 persen lahan yang selesai diakuisisi," ujar Tumiyana.

Tumiyana menjelaskan dari tanah yang sudah diserahterimakan tersebut, HSRCC telah memetakan 216 titik lokasi pekerjaan konstruksi, di mana 34 di antaranya telah dimulai
konstruksi.

Konstruksi paling utama sudah dimulai pada titik-titik kritis (total 22 titik kritis), antara lain; struktur, tunnel, jembatan dan subgrade.

"Prioritas pertama, kami fokuskan kepada titik-titik kritis karena disinilah lokasi pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi itu harus diselesaikan dengan kalkulasi terukur dan prudent," tandasnya.(chi/jpnn)

loading...